KABUPATEN BANDUNG — Kabupaten Bandung dikenal sebagai salah satu lumbung tanaman obat di Jawa Barat dengan produksi komoditas seperti jahe, kencur, dan kunyit yang melimpah setiap tahunnya.
Namun, besarnya volume hasil panen tersebut kerap kali belum berbanding lurus dengan kesejahteraan petani lokal akibat rantai perdagangan yang panjang serta ketergantungan pada penjualan komoditas mentah.
Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) dari Universitas Islam Nusantara (UNINUS) melaksanakan program pemberdayaan strategis melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat di BUMDes Guyub Sari, Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Mengusung judul “Hilirisasi Tanaman Obat melalui Pengembangan Unit Produksi Herbal Terstandar dan Sistem Pemasaran Digital”, kegiatan ini berfokus pada transformasi BUMDes dari sistem konvensional menuju unit industri herbal modern yang kompetitif.
Ketua Tim Pelaksana PKM, Ahmad Muhammad Ridwan Saeful Hikmat, S.H., M.H., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mengatasi permasalahan utama mitra, yakni proses produksi yang masih semi-manual, rentan terhadap kontaminasi lingkungan, serta jangkauan pemasaran yang terbatas di lingkup lokal.
“Melalui program ini, kami mendampingi BUMDes Guyub Sari untuk melakukan hilirisasi produk, khususnya mengolah jahe segar dari petani lokal menjadi produk jahe bubuk murni yang higienis dan bernilai jual tinggi,” ujar Ahmad.
Dalam implementasinya, tim PKM menyerahkan sejumlah bantuan teknologi tepat guna kepada pihak BUMDes. Bantuan tersebut meliputi mesin blender khusus, mesin pengaduk multifungsi, mesin peras santan hidrolik, serta paket lengkap bahan baku dan komponen pendukung produksi. Selain aspek produksi, program ini juga menyentuh aspek tata kelola kelembagaan, pelatihan legalitas usaha (NIB), perancangan identitas visual produk berupa logo dan kemasan (packaging) siap pasar, serta pelatihan manajemen keuangan digital.
Sementara itu, anggota tim bidang teknologi, Galih, S.Kom., M.Kom., menambahkan bahwa penguatan kapasitas mitra turut diperluas melalui penerapan sistem digitalisasi pemasaran. Pengurus BUMDes dilatih untuk mengelola platform e-commerce dan media sosial guna memperluas jangkauan pasar produk herbal desa dari yang sebelumnya hanya di tingkat lokal, kini mampu menembus pasar nasional.
Penanggung jawab BUMDes Guyub Sari, Asep Saepudin, S.Pd.I., menyambut baik pendampingan yang diberikan oleh akademisi UNINUS ini. Menurutnya, kehadiran mesin pengolah modern dan pelatihan digital memberikan angin segar bagi pengurus BUMDes untuk meningkatkan efisiensi waktu produksi, memperbaiki standar kebersihan mutu produk sesuai ambang batas BPOM, serta mendongkrak omzet penjualan melalui jalur online.
Keberhasilan pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Ruang Lingkup Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat tentu tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Tim pelaksana menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemberi Dana Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), DIREKTORAT JENDERAL RISET DAN PENGEMBANGAN, KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI Untuk Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNINUS, Pemerintah Desa Bojongsari, serta seluruh pengurus BUMDes Guyub Sari atas sinergi, fasilitas, dan partisipasi aktif yang telah diberikan demi kemajuan ekonomi perdesaan.













Leave a Reply