EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

LAPAS MUARADUA HADIRKAN PENDIDIKAN PKBM: BEKAL ILMU, KUNCI KEMBANGKAN MASA DEPAN WARGA BINAAN

MUARADUA, 7 Oktober 2026

Kesempatan untuk meraih pendidikan tak terputus sekalipun di balik tembok penjara. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muaradua resmi menyelenggarakan program pendidikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) bagi seluruh warga binaan, berkat kerja sama erat dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan bukan sekadar menjaga keamanan, melainkan membangun kembali martabat dan masa depan setiap orang.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (7/10/2026) ini membuka lembaran baru bagi warga binaan. Mereka kini dapat kembali duduk di bangku belajar, mengikuti materi pendidikan yang disesuaikan dengan jenjang dan kebutuhan masing-masing. Tenaga pendidik langsung dari Dinas Pendidikan OKU Selatan turun ke lokasi, membimbing, mengajar, dan membuka wawasan warga binaan agar terus berkembang selama menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Kelas IIB Muaradua, Hero Sulistiyono, menegaskan bahwa pendidikan adalah hak sekaligus jembatan menuju perubahan hidup yang lebih baik.

“Selama di sini, warga binaan tidak boleh berhenti berkembang. Pendidikan PKBM ini kami hadirkan agar mereka tetap memiliki semangat belajar, memperluas wawasan, dan mengasah kemampuan. Inilah bekal paling berharga: saat mereka kembali ke masyarakat nanti, pulang bukan sebagai beban, melainkan sebagai pribadi yang lebih cerdas, terampil, dan mandiri,” ujar Hero Sulistiyono.

Materi pembelajaran yang disusun tidak sekadar mengikuti standar pendidikan umum, tetapi juga dirancang relevan dengan kebutuhan kehidupan nyata — mencakup pengetahuan akademik, keterampilan praktis, hingga pembentukan karakter. Tujuannya satu: agar ilmu yang dipelajari dapat langsung diterapkan saat warga binaan kembali berkiprah di lingkungan masyarakat.

Sinergi antara Lapas Muaradua dan Dinas Pendidikan OKU Selatan ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama terhadap kualitas sumber daya manusia. Program ini diharapkan dapat mengubah pandangan bahwa lembaga pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan tempat berbenah, belajar, dan mempersiapkan diri untuk hidup yang lebih bermartabat.

Warga binaan pun tampak antusias menyambut kesempatan ini. Bagi mereka, hadirnya program PKBM bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan harapan baru — bukti bahwa pintu masa depan belum tertutup, dan kesempatan untuk berubah masih terbuka lebar.

Dengan semangat yang sama, Lapas Muaradua berkomitmen terus menghadirkan program-program pembinaan yang positif, edukatif, dan bermanfaat. Karena perubahan tidak lahir dari hukuman semata, melainkan dari kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan membangun harapan yang lebih cerah.

Ilmu tak mengenal tempat. Dan perbaikan diri bisa dimulai kapan saja, di mana saja.

Penulis
Romy Batara 94

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *