EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

BALIHO MEGAH TERPASANG, 13.321 UNIT RUMAH BELUM TERLIHAT: WARGA OKU SELATAN PERTANYAKAN REALISASI

OKU SELATAN, 7 Oktober 2026

Sebuah baliho berukuran besar kini berdiri mencolok di kawasan pertigaan Simpang Perumahan, Jalan Pemda, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Di atasnya terpampang ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas bantuan program bedah rumah sebanyak 13.321 unit bagi masyarakat Sumatera Selatan.

Tertulis tegas di baliho itu:

“Terima Kasih Presiden Prabowo Subianto Telah Memberikan Bantuan Bedah Rumah 13.321 Unit Kepada Masyarakat Sumatera Selatan”

Disertai slogan “Gotong Royong Membangun Rumah”, lengkap dengan foto Presiden, jajaran pejabat, kepala daerah, serta logo instansi terkait yang berderet di bagian atas.

Angka 13.321 unit yang tercetak besar dan mencolok itu tentu menggugah harapan warga. Bagi mereka yang selama ini menempati hunian tidak layak huni, kehadiran baliho tersebut seolah menjadi kabar gembira yang dinanti-nantikan. Namun, di balik kemegahan papan reklame itu, muncul pertanyaan tajam sekaligus kekhawatiran yang kian menguat:

Benarkah 13.321 unit itu sudah nyata disalurkan? Siapa saja penerimanya? Berapa unit yang benar-benar dikerjakan di OKU Selatan? Dan di mana buktinya?

“Kalau memang benar ada bantuan sebanyak itu, kami harap sampai ke yang benar-benar membutuhkan. Jangan hanya balihonya yang berdiri megah di pinggir jalan, tetapi rumah warga yang bocor dan reyot tidak tersentuh sama sekali,” ucap seorang warga yang melintas, mewakili suara banyak pihak.

Masyarakat menyoroti satu hal yang mendesak: transparansi dan akuntabilitas. Hingga kini belum ada informasi terbuka yang menjelaskan:

  • Berapa jatah masing-masing kabupaten/kota dari total 13.321 unit tersebut?
  • Siapa kriteria penerimanya dan siapa saja yang masuk daftar?
  • Di mana lokasi rumah yang sudah dibedah atau dibangun?
  • Sudah sejauh mana realisasi fisiknya di lapangan?

Kekhawatiran warga beralasan. Masih banyak warga berpenghasilan rendah yang tinggal di rumah dengan dinding rapuh, atap bocor, lantai tanah — jauh dari standar tempat tinggal yang layak. Bagi mereka, program bedah rumah bukan sekadar tulisan di papan reklame, melainkan harapan nyata untuk memiliki tempat berteduh yang aman, sehat, dan layak.

Karena itu, warga menuntut agar penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran. Yang diprioritaskan adalah mereka yang sungguh-sungguh membutuhkan, bukan mereka yang secara ekonomi sudah mampu atau sekadar dekat dengan kekuasaan.

Angka 13.321 unit yang terpampang besar di baliho harus bisa dibuktikan dengan kenyataan di lapangan. Jangan sampai program ini hanya tampil dalam gambar, tulisan, dan foto pejabat, sementara di desa-desa warga masih bertanya:

“Di mana rumahnya? Siapa yang menerimanya? Sudah dibangun atau baru terpampang di papan?”

Media ini tetap membuka ruang konfirmasi dan hak jawab kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kabupaten OKU Selatan, serta instansi terkait. Masyarakat berhak mengetahui data penerima, lokasi pembangunan, dan kemajuan realisasi fisiknya secara terbuka, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Satu hal yang warga ketahui: baliho bisa dipasang dalam sehari, tetapi keadilan dan kesejahteraan rakyat tidak boleh hanya tertulis di papan pengumuman.

Penulis
Romy Batara 94

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *