OKU SELATAN, 13 Oktober 2026
Sebuah pertanyaan besar mencuat di tengah masyarakat Kabupaten OKU Selatan. Proyek revitalisasi SMP Muhammadiyah 1 Muaradua yang menelan anggaran Rp747.390.000,- dari APBN Tahun Anggaran 2026, dinilai tidak sejalan dengan hasil yang terlihat di lapangan.
Papan proyek tertulis jelas: pekerjaan revitalisasi satuan pendidikan, waktu pelaksanaan 120 hari kalender sejak Juni hingga Oktober 2026. Namun yang ditemukan warga di lokasi justru memprihatinkan — kusen-kusen bangunan diduga menggunakan kembali kayu lama yang sudah ada, sekadar dilapisi cat baru agar terlihat segar.
Warga yang memantau langsung ke lokasi menyampaikan kekhawatirannya. Dana hampir tiga perempat miliar rupiah seharusnya menghasilkan perbaikan yang nyata, kokoh, dan tahan lama. Namun yang terlihat:
- Kusen bangunan diduga bukan penggantian baru, melainkan kayu lama yang dicat ulang
- Material bangunan yang disimpan di sekitar lokasi menimbulkan keraguan masyarakat
- Tidak ada rincian publik yang jelas tentang komponen pekerjaan apa saja yang dibiayai senilai ratusan juta rupiah
Jika hanya mengecat ulang dan memperbaiki tampilan luar, seharusnya biayanya tidak mencapai ratusan juta. Di mana sisanya? Itu pertanyaan yang wajar dilontarkan setiap warga negara.
Papan proyek memang terpasang, tetapi informasi yang tertera belum cukup menjelaskan secara rinci:
- Apa saja detail pekerjaan yang dikerjakan dengan nilai Rp747 juta?
- Spesifikasi bahan apa yang digunakan dan apakah sesuai kontrak?
- Apakah ada dokumen lelang yang bisa ditunjukkan kepada masyarakat?
- Siapa yang bertanggung jawab memverifikasi kualitas pekerjaan sebelum pembayaran dilakukan?
Kita berbicara tentang uang negara — uang rakyat. Setiap rupiahnya harus dapat dipertanggungjawabkan secara terang benderang. Transparansi bukan permintaan, itu hak publik.
Masyarakat tidak menuduh, masyarakat hanya bertanya. Namun tanda tanya besar ini patut dijawab oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab:
1. Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan selaku pelaksana, harap menjelaskan rincian pekerjaan dan bukti pembelanjaan
2. Instansi terkait, lakukan pemeriksaan mendalam sebelum proyek dinyatakan selesai
3. Dinas Pendidikan Kabupaten, pastikan anggaran revitalisasi benar-benar memberikan peningkatan kualitas sarana prasarana sekolah
Ratusan juta rupiah tidak boleh hanya berubah menjadi lapisan cat baru di atas kayu lama. Revitalisasi berarti memperbarui, bukan menyamarkan kerusakan.
Publik menunggu penjelasan resmi yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Uang rakyat harus bekerja untuk rakyat — terlihat, terukur, dan bermanfaat.
Penulis
Romy Batara 94














Leave a Reply