OKU SELATAN, 24 JULI 2026
Media Cetak Nasional
Eternity news
Menindaklanjuti pemberitaan dan keluhan masyarakat terkait gangguan debu serta ceceran material yang mengganggu di sekitar lokasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten OKU Selatan Meiliasari memimpin langsung inspeksi mendadak ke lokasi pembangunan RSUD Muaradua.

Kedatangan rombongan disambut perwakilan pimpinan proyek PT Hutama Karya. Pertemuan diawali pembahasan kelengkapan dokumen AMDAL serta standar operasional penanganan dampak lingkungan yang wajib dipatuhi. Tak berhenti di ruangan, Kadin DLH bersama jajaran langsung turun ke lapangan untuk memverifikasi kondisi yang dikeluhkan warga.

Meiliasari menegaskan pemerintah daerah sepenuhnya mendukung proyek strategis nasional ini. Namun, hal itu bukan alasan untuk mengabaikan kenyamanan dan hak masyarakat sekitar.
“Kami dukung penuh pembangunan ini. Tapi dampak lingkungan yang dikeluhkan warga harus segera ditangani, tidak boleh dibiarkan begitu saja,” tegas Meiliasari.
Terkait keluhan debu pekat dan ceceran material yang mengotori jalan utama, pihaknya menetapkan tiga arahan wajib yang harus segera dilaksanakan:
1. Penyiraman jalan yang dilalui kendaraan proyek minimal dua kali sehari saat cuaca cerah untuk menekan debu;
2. Pembatasan kecepatan kendaraan maksimal 20–30 km/jam saat memasuki jalan utama area RSUD;
3. Penutupan bak muatan kendaraan pengangkut agar material tidak tercecer di sepanjang jalan.
Perwakilan pimpinan proyek PT Hutama Karya, Hadi, menyatakan komitmennya segera menindaklanjuti seluruh masukan dan arahan tersebut. Proyek yang ditargetkan tuntas hingga Desember 2026 ini akan terus berjalan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keselamatan bersama.
Masyarakat berharap kesepakatan ini segera terwujud dalam perubahan nyata di lapangan. Awak media akan terus memantau pelaksanaan langkah perbaikan tersebut agar pembangunan berjalan tertib, aman, dan tidak merugikan warga sekitar.
Penulis
Romy Batara 94















Leave a Reply