LAMPUNG SELATAN,eternitynews.id
Pemerintah Desa Bangunan, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, mulai memetakan arah pembangunan untuk Tahun Anggaran 2027. Melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes), pemerintah desa bersama masyarakat menyepakati sektor kesehatan dan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai prioritas pembangunan.
Musrenbangdes yang digelar di Balai Desa Bangunan pada September 2026 tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan sekaligus menentukan program yang dinilai paling mendesak untuk dilaksanakan pada tahun mendatang.
Kegiatan dihadiri Camat Palas Ns. Rosalina, S.Kep., M.Kep., Pj. Kepala Desa Bangunan Muslim Idrus, S.E., Pendamping Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), LPM, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader kesehatan, perwakilan perempuan dan pemuda, serta sejumlah Kepala UPT se-Kecamatan Palas.
DUA PRIORITAS: KESEHATAN DAN RTLH
Dalam forum tersebut, berbagai usulan masyarakat dari masing-masing dusun ditampung dan dibahas untuk menentukan skala prioritas pembangunan Desa Bangunan Tahun Anggaran 2027.
Dari proses pembahasan itu, bidang kesehatan dan penanganan RTLH menjadi dua sektor utama yang diprioritaskan.
Pada sektor kesehatan, perhatian diarahkan pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat, termasuk upaya penanganan stunting, penguatan pelayanan Posyandu, serta pemberdayaan kader kesehatan di tingkat desa.
Sementara pada sektor RTLH, pemerintah desa mendorong adanya perhatian terhadap masyarakat yang masih menempati rumah dengan kondisi tidak layak, sehingga program pembangunan tidak hanya menyentuh infrastruktur, tetapi juga kualitas hidup masyarakat.
Pj. Kepala Desa Bangunan Muslim Idrus mengatakan, penetapan prioritas tersebut merupakan bagian dari upaya menyusun pembangunan yang benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat.
«“Untuk tahun 2027, kami prioritaskan kesehatan masyarakat. Ini sejalan dengan program nasional dan arahan dari Kabupaten. Selain itu, kami juga fokus pada program RTLH untuk membantu warga kita yang masih tinggal di rumah tidak layak huni agar bisa hidup lebih sehat dan layak,” ujar Muslim Idrus.»
CAMAT PALAS: JANGAN BERHENTI DI MUSYAWARAH
Camat Palas Ns. Rosalina, S.Kep., M.Kep., mengapresiasi pelaksanaan Musrenbangdes Desa Bangunan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan lintas sektor.
Menurutnya, Musrenbangdes memiliki posisi penting dalam memastikan pembangunan desa disusun berdasarkan kebutuhan dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
«“Kami dari Kecamatan Palas sangat mendukung prioritas yang diambil Desa Bangunan. Kesehatan adalah fondasi utama pembangunan. Dan program RTLH adalah program yang menyentuh langsung rakyat kecil,” kata Rosalina.»
Ia berharap seluruh usulan yang telah disepakati tidak berhenti sebatas dokumen perencanaan, tetapi dapat dikawal hingga tahap pembahasan dan realisasi pada Tahun Anggaran 2027.
«“Kami harap semua usulan yang disepakati hari ini bisa dikawal bersama dan direalisasikan di tahun 2027,” tegasnya.»
SINKRONISASI PROGRAM JADI PERHATIAN
Kehadiran Kepala UPT se-Kecamatan Palas dalam Musrenbangdes juga menjadi bagian penting dalam menyinkronkan kebutuhan desa dengan program pemerintah di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Sejumlah sektor, seperti kesehatan, pendidikan, pertanian, dan pelayanan masyarakat, membutuhkan koordinasi lintas instansi agar program yang direncanakan desa tidak tumpang tindih dengan program pemerintah di atasnya.
Dengan keterlibatan lintas sektor tersebut, usulan pembangunan diharapkan tidak hanya dilihat dari sisi anggaran desa, tetapi juga dapat diselaraskan dengan program yang menjadi kewenangan pemerintah kecamatan dan kabupaten.
ASPIRASI DUSUN DISELEKSI MENJADI SKALA PRIORITAS
Dalam pelaksanaan Musrenbangdes, setiap usulan dari masing-masing dusun ditampung, dibahas, diverifikasi, kemudian disepakati berdasarkan skala prioritas.
Proses tersebut menjadi bagian penting karena kebutuhan masyarakat cukup beragam, sementara kemampuan anggaran desa memiliki keterbatasan.
Karena itu, usulan yang telah disepakati nantinya menjadi dasar bagi pemerintah desa dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027.
Hasil Musrenbangdes juga akan dituangkan dalam berita acara dan menjadi bagian dari dokumen perencanaan, termasuk Daftar Usulan RKPDes (DU-RKPDes) untuk dibawa ke Musrenbang tingkat Kecamatan.
TANTANGAN BERIKUTNYA: REALISASI
Musrenbangdes pada akhirnya bukan sekadar forum menyampaikan usulan. Tahap yang tidak kalah penting adalah memastikan program yang telah menjadi prioritas dapat masuk dalam perencanaan, memiliki dukungan anggaran, serta direalisasikan sesuai ketentuan.
Penetapan kesehatan dan RTLH sebagai prioritas juga membuat pemerintah desa memiliki pekerjaan lanjutan: memastikan data penerima manfaat akurat, skala kebutuhan jelas, serta pelaksanaan program dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.
Bagi masyarakat Desa Bangunan, hasil Musrenbangdes menjadi harapan agar pembangunan Tahun Anggaran 2027 benar-benar menjawab persoalan yang mereka hadapi.
Dengan demikian, ukuran keberhasilan Musrenbangdes bukan hanya banyaknya usulan yang masuk, melainkan seberapa jauh aspirasi yang telah disepakati mampu diterjemahkan menjadi program nyata yang dirasakan masyarakat.
Musrenbangdes Desa Bangunan pun menjadi titik awal penyusunan agenda pembangunan 2027—dengan kesehatan masyarakat dan rumah layak huni sebagai dua perhatian utama.(Syah)













Leave a Reply