EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

Jamsostek Award 2026 Tingkat Provinsi Jawa Barat Dorong Sinergi Nyata Wujudkan Perlindungan Menyeluruh bagi Pekerja

Kab bandung barat

BANDUNG — BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Barat kembali memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah, pemerintah desa/kelurahan, serta badan usaha yang dinilai menunjukkan komitmen dan kontribusi dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja.

Apresiasi tersebut diberikan melalui Jamsostek Award 2026 Tingkat Provinsi Jawa Barat yang digelar di Bandung, Kamis (17/9/2026).

Penghargaan ini menjadi bagian dari upaya mendorong terwujudnya Universal Coverage Jamsostek sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pemerintah desa/kelurahan, dan BPJS Ketenagakerjaan dalam memastikan pekerja memperoleh perlindungan atas berbagai risiko sosial dan ekonomi akibat kecelakaan kerja maupun risiko kematian.

Jamsostek Award merupakan program yang diinisiasi Kemenko PMK, Kemendagri, Kemnaker, dan BPJS Ketenagakerjaan. Program tersebut telah diselenggarakan sejak 2017 dan pada 2026 memasuki penyelenggaraan ke-9, setelah sebelumnya dikenal dengan nama Paritrana Award.

Secara filosofis, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kehadiran negara dalam memenuhi hak pekerja Indonesia terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan dengan semangat gotong royong.

Dengan perlindungan tersebut, pekerja diharapkan dapat menjalankan aktivitasnya secara lebih aman dan produktif, sekaligus membantu mencegah munculnya kemiskinan baru ketika pekerja maupun keluarganya menghadapi risiko sosial.

Penilaian Periode 2025

Jamsostek Award 2026 Tingkat Provinsi Jawa Barat menggunakan periode penilaian Januari hingga Desember 2025.

Proses penilaian dilakukan secara bertahap, mulai dari sosialisasi, pengumpulan dokumen, pemeriksaan dan verifikasi, pembobotan, visitasi, hingga penetapan pemenang.

Tahun ini, penghargaan diberikan dalam empat kategori, yakni Pemerintah Kabupaten/Kota, Badan Usaha Besar dan Menengah, Badan Usaha Kecil dan Mikro, serta Pemerintah Desa/Kelurahan.

Adapun sejumlah indikator yang menjadi dasar penilaian meliputi cakupan kepesertaan, regulasi dan alokasi anggaran, kepatuhan, kesadaran terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial, serta inovasi yang dilakukan masing-masing peserta.

Hasilnya, sebanyak 12 penerima penghargaan ditetapkan sebagai peraih Jamsostek Award 2026 Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Untuk kategori Pemerintah Kabupaten/Kota, Juara I diraih Pemerintah Kabupaten Cianjur, Juara II Pemerintah Kabupaten Purwakarta, dan Juara III Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Sementara kategori Badan Usaha Besar dan Menengah, Juara I diraih PT Semen Jawa Kabupaten Sukabumi, Juara II PT Kordon Putra Sinergi Kabupaten Sumedang, dan Juara III Hosana Medika Pratama Kabupaten Bekasi.

Pada kategori Badan Usaha Kecil dan Mikro, Juara I diraih PT Global Indo Pangan Kabupaten Sumedang, Juara II Indo Frozen Sentosa Kabupaten Bogor, dan Juara III Segi Tiga (Perusahaan Kecap) Kabupaten Majalengka.

Sedangkan kategori Pemerintah Desa/Kelurahan, Juara I diraih Desa Sukasirna, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur. Juara II diraih Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, dan Juara III diraih Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat.

Wagub Jabar Dorong Perlindungan Pekerja Informal

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengapresiasi penyelenggaraan Jamsostek Award 2026. Menurutnya, penghargaan tersebut dapat menjadi salah satu momentum untuk memperkuat sinergi perlindungan pekerja, termasuk hingga tingkat desa.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat yang telah menggelar Jamsostek Award Tahun 2026. Saya berharap pelayanan semakin meningkat dan kolaborasi dengan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota terus diperkuat sehingga seluruh pekerja di Jawa Barat, baik sektor informal maupun formal, dapat terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Erwan.

Senada, Kepala Kantor Wilayah Jawa Barat BPJS Ketenagakerjaan Deny Yusyulian mengatakan, Jamsostek Award tidak semata-mata menjadi agenda pemberian penghargaan.

Menurutnya, ajang tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat berbagai praktik baik sekaligus memperluas kolaborasi antarpemangku kepentingan.

“Jamsostek Award bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi apresiasi sekaligus momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap praktik baik yang telah dilakukan para penerima penghargaan dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi daerah maupun badan usaha lainnya,” kata Deny.

Deny menegaskan, perluasan perlindungan jaminan sosial juga harus diarahkan kepada pekerja informal dan pekerja rentan.

Upaya tersebut, kata dia, membutuhkan penguatan data serta kolaborasi dengan pemerintah daerah agar program perlindungan dapat diberikan secara lebih tepat sasaran.

Lindungi 7,8 Juta Pekerja

Dari sisi cakupan kepesertaan, hingga 15 September 2026, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Barat telah memberikan perlindungan kepada 7.812.800 pekerja dari target sebanyak 11.122.736 pekerja.

Capaian tersebut setara dengan 70,24 persen dari target.

Jumlah pekerja yang telah terlindungi terdiri atas 5.187.195 pekerja penerima upah, 2.185.777 pekerja bukan penerima upah, serta 439.828 pekerja jasa konstruksi.

Sementara itu, pada periode 2025 hingga Agustus 2026, manfaat perlindungan bagi pekerja rentan di Jawa Barat telah diberikan kepada 1.948 peserta dengan total nominal mencapai Rp66,8 miliar.

Manfaat tersebut mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), serta manfaat beasiswa.

Sepanjang 2026, BPJS Ketenagakerjaan se-Jawa Barat juga telah membayarkan manfaat kepada 864.371 kasus dengan total nominal mencapai Rp11,626 triliun.

Pembayaran tersebut terdiri dari Jaminan Kecelakaan Kerja sebesar Rp690,07 miliar, Jaminan Kematian Rp613,29 miliar, Jaminan Hari Tua Rp9,77 triliun, Jaminan Pensiun Rp360,96 miliar, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan Rp192,09 miliar.

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga telah memberikan manfaat beasiswa kepada 20.084 anak dengan nilai mencapai Rp81,29 miliar.

Untuk program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan, tercatat telah diberikan kepada 162 unit dengan nilai mencapai Rp362,69 miliar.

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh stakeholder. Ke depan, kami ingin kolaborasi semakin kuat sehingga perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat menjangkau lebih banyak pekerja dan manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh pekerja serta keluarganya,” tutur Deny.

Deny berharap Jamsostek Award 2026 tidak berhenti pada seremoni penghargaan. Para penerima penghargaan diharapkan terus mengembangkan inovasi dan praktik baik yang telah dilakukan sehingga dapat diterapkan di daerah maupun badan usaha lainnya.

Para penerima penghargaan tingkat Provinsi Jawa Barat selanjutnya akan menjadi perwakilan Jawa Barat untuk mengikuti proses penilaian di tingkat nasional.

“Harapan kami, Jamsostek Award ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama dalam membangun ekosistem perlindungan pekerja di Jawa Barat. Praktik baik yang telah dilakukan para penerima penghargaan dapat terus dikembangkan dan direplikasi sehingga semakin banyak pekerja yang terlindungi,” pungkas Deny.

Melalui Jamsostek Award 2026, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa/kelurahan, badan usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperluas akses perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Upaya tersebut diharapkan mampu menghadirkan perlindungan yang semakin luas, mudah diakses, dan berkelanjutan bagi pekerja di seluruh wilayah Jawa Barat.

Dudy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *