MUARADUA 23/04/2026
Aksi cepat Satreskrim Polres OKU Selatan mengungkap kasus pembunuhan di kebun kopi Desa Perupus, Kecamatan Buay Runjung. Hanya hitungan jam setelah dilaporkan, pelaku berinisial DC (16) berhasil diamankan.
Peristiwa tragis itu terjadi Rabu, 22 April 2026. Korban HS (20), petani asal Desa Kagelang, tewas ditikam saat memanen kopi. Luka tusuk menganga di punggung kiri. Korban tak sempat menghindar karena posisi menunduk.
Hasil penyelidikan awal, pembunuhan dipicu konflik lama soal uang hasil panen. Perselisihan yang sempat reda kembali panas di kebun. Emosi DC meledak. Ia mencabut badik dan menusuk HS dari belakang.
Usai menikam, DC kabur. Warga yang melihat korban bersimbah darah langsung mengevakuasi ke Puskesmas Buay Runjung. Karena luka parah, HS dirujuk ke RSUD Muaradua. Nyawanya tak tertolong. Korban meninggal dalam perjalanan.
Laporan masuk, Tim Satreskrim dipimpin AKP Aston L. Sinaga langsung olah TKP bersama Polsek Buay Runjung. Saksi-saksi diperiksa, jejak pelaku diburu.
Selain pengejaran, polisi menempuh jalur persuasif. Keluarga DC didekati. Strategi itu berhasil. Pukul 14.30 WIB di hari yang sama, DC menyerahkan diri ke Mapolsek Buay Runjung tanpa perlawanan.
“Begitu laporan kami terima, tim langsung bergerak. Berkat kerja sama keluarga, pelaku kooperatif menyerahkan diri,” ujar AKP Aston.
Polisi menyita sejumlah barang bukti:
1. 1 bilah pisau jenis badik panjang 29 cm, diduga alat tikam.
2. Pakaian pelaku saat kejadian.
3. Barang lain yang terkait TKP.
Meski pelaku masih 16 tahun, proses hukum tetap jalan. DC dijerat pasal pembunuhan subsider penganiayaan yang menyebabkan kematian, sesuai UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Karena di bawah umur, mekanisme UU Sistem Peradilan Pidana Anak diterapkan.
“Anak berhadapan dengan hukum tetap diproses, tapi hak-haknya dilindungi. Kami tangani profesional dan transparan,” tegas AKP Aston.
Polres OKUS mengimbau warga tidak main hakim sendiri dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan. “Emosi sesaat, penyesalan seumur hidup. Selesaikan masalah lewat musyawarah atau lapor aparat,” tutupnya.
Romy Batara 94












Leave a Reply