LAMPUNG SELATAN | HEADLINE NEWS —ETERNITYNEWS.ID | Banjir informasi di era digital menjadi tantangan serius bagi generasi muda. Tidak semua informasi yang beredar di media sosial dapat dipercaya, sehingga kemampuan memilah fakta, mengenali hoaks, dan memahami etika bermedia menjadi kebutuhan penting bagi pelajar.
Menjawab tantangan tersebut, Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Lampung Selatan melalui program Sekolah Jurnalis Ikatan Wartawan Online (SEJIWO) menyambangi SMA Negeri 1 Palas, Desa Palas Aji, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (5/10/2026).
Kegiatan edukasi jurnalistik yang berlangsung di aula sekolah tersebut diikuti puluhan siswa-siswi, mulai dari anggota OSIS, ekstrakurikuler jurnalistik hingga perwakilan kelas.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PD IWO Lampung Selatan Sior Aka Prayudi, Kepala SMAN 1 Palas Sudiman, S.Pd., pemateri Yoan Doni, serta Agus Nadi sebagai moderator.
Bukan Sekadar Mencetak Wartawan
Ketua PD IWO Lampung Selatan, Sior Aka Prayudi, mengatakan SEJIWO merupakan program resmi Pengurus Pusat IWO yang dirancang untuk memperkenalkan dasar-dasar jurnalistik sekaligus membangun kesadaran literasi media di kalangan generasi muda.
Menurutnya, tujuan SEJIWO bukan semata-mata mencetak wartawan baru dari kalangan pelajar. Lebih jauh, program tersebut diharapkan mampu membentuk generasi yang kritis dan bertanggung jawab ketika menerima maupun menyebarkan informasi.
«“SEJIWO ini adalah Sekolah Jurnalis Ikatan Wartawan Online. Tujuannya bukan untuk menjadikan semua siswa menjadi wartawan, tetapi untuk menjadikan pelajar sebagai pengguna media sosial yang cerdas, kritis, dan tidak mudah termakan hoaks,” ujar Sior Aka Prayudi.»
Ia menegaskan, perkembangan teknologi membuat setiap orang dapat dengan mudah memproduksi dan menyebarkan informasi.
Karena itu, kata dia, kemampuan menggunakan media sosial harus dibarengi pemahaman mengenai etika dan tanggung jawab.
“Di era digital ini, semua orang bisa menjadi penyebar informasi, maka harus dibekali dengan etika,” tegasnya.
Sior Aka Prayudi yang selama ini aktif dalam organisasi pers di Lampung Selatan juga menyebut SEJIWO Goes To School sebagai bagian dari bentuk pengabdian IWO kepada masyarakat, khususnya dunia pendidikan.
IWO, lanjutnya, ingin menjadi mitra sekolah dalam memperkuat literasi media sekaligus membantu mencegah penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian di kalangan generasi muda.
Kepala Sekolah: Ini Ilmu yang Sangat Mahal
Kepala SMAN 1 Palas, Sudiman, S.Pd., menyambut positif kegiatan tersebut.
Ia menyampaikan apresiasi kepada PD IWO Lampung Selatan karena telah memilih SMAN 1 Palas sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program SEJIWO.
«“Kami atas nama keluarga besar SMAN 1 Palas mengucapkan terima kasih banyak kepada PD IWO Lampung Selatan, khususnya kepada Ketua Sior Aka Prayudi yang telah berkenan hadir dan berbagi ilmu di sekolah kami. Ini adalah ilmu yang sangat mahal dan sangat relevan dengan kebutuhan anak-anak di zaman sekarang,” ungkap Sudiman.»
Menurutnya, pelajar saat ini hidup dalam kondisi yang dipenuhi arus informasi dari berbagai platform digital.
Tanpa kemampuan literasi yang memadai, siswa berpotensi menjadi korban informasi palsu sekaligus tanpa sadar menjadi bagian dari rantai penyebarannya.
“Kami berharap setelah mengikuti SEJIWO ini, anak-anak kami lebih bijak dalam menggunakan media sosial, tahu cara membedakan fakta dan opini, serta bisa menulis dengan baik dan benar sesuai kaidah jurnalistik,” katanya.
Pelajar Diajarkan 5W+1H hingga Cara Membongkar Hoaks
Memasuki sesi inti, wartawan senior Lampung Selatan Yoan Doni menyampaikan materi jurnalistik dengan pendekatan yang disesuaikan dengan dunia pelajar.
Sejumlah materi diberikan, mulai dari dasar-dasar jurnalistik, unsur 5W+1H, piramida terbalik, etika dan hukum pers, teknik penulisan berita, press release hingga literasi media sosial.
Tidak hanya teori, peserta juga diajak memahami pentingnya melakukan verifikasi sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi.
Yoan Doni memberikan sejumlah contoh informasi hoaks yang kerap beredar di media sosial dan menjelaskan langkah-langkah sederhana untuk memeriksa kebenarannya.
«“Menjadi wartawan itu keren, tapi menjadi pembaca yang cerdas itu jauh lebih keren. Sebelum kalian share informasi di grup WA, tanya dulu: ini benar tidak? Sumbernya siapa? Kalau tidak jelas, jangan di-share,” ujar Yoan Doni.»
Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti berhenti sejenak sebelum membagikan informasi dapat menjadi langkah awal mencegah penyebaran hoaks.
Siswa Antusias, Pertanyaan Mengalir
Antusiasme siswa terlihat dalam sesi tanya jawab yang dipandu moderator Agus Nadi.
Sejumlah siswa mengajukan pertanyaan mengenai profesi wartawan, cara memulai menjadi jurnalis, menghadapi tekanan atau intimidasi ketika melakukan peliputan hingga peluang mengelola media sosial secara positif dan produktif.
Agus Nadi dengan gaya komunikasi yang santai namun edukatif berhasil menciptakan suasana interaktif sehingga sesi berlangsung tanpa kesan kaku.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama antara jajaran PD IWO Lampung Selatan, pihak sekolah, pemateri, moderator dan para peserta.
IWO Dorong Generasi Muda Melek Media
Pelaksanaan SEJIWO di SMAN 1 Palas menjadi bagian dari upaya PD IWO Lampung Selatan untuk memperluas edukasi jurnalistik dan literasi media ke lingkungan pendidikan.
Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan membedakan fakta dan opini, memeriksa sumber informasi, memahami etika komunikasi serta berpikir kritis menjadi modal penting bagi generasi muda.
Melalui SEJIWO, PD IWO Lampung Selatan berharap sinergi dengan sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan dapat terus diperkuat.
Target akhirnya bukan sekadar melahirkan pelajar yang mampu menulis, tetapi generasi yang kritis terhadap informasi, kreatif dalam berkarya, beretika dalam bermedia, dan bertanggung jawab dalam menggunakan ruang digital.(SYAH)
AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF















Leave a Reply