OKU SELATAN 02/09/2026
Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang selalu mengintai, Kepolisian Resor (Polres) OKU Selatan memperkuat benteng pertahanan sejak dini dengan mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu. Langkah nyata tersebut diwujudkan dalam pelaksanaan Sosialisasi Masyarakat Peduli Api (MPA) Zona III yang berlangsung di Pendopo Desa Sipatuhu, Kecamatan Banding Agung, Kabupaten OKU Selatan, pada Selasa (1/9/2026).
Kegiatan strategis ini dibuka dan dipimpin langsung oleh Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana tepat pukul 09.45 WIB. Forum ini disusun dengan tujuan mulia untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga, memperkuat kemampuan deteksi dini terhadap potensi bahaya, serta menumbuhkan kesadaran kolektif yang tinggi dalam menjaga kelestarian kawasan hutan dan perkebunan di wilayah masing-masing.
Cakupan wilayah kerja MPA Zona III sangat luas dan vital, mencakup yurisdiksi tiga Polres yang meliputi tujuh kecamatan strategis: Banding Agung, BPR Ranau Tengah, Warkuk Ranau Selatan, Mekakau Ilir, Pulau Beringin, Sungai Are, serta Sindang Danau.
Acara ini menjadi bukti nyata kekompakan lintas unsur. Hadir mewakili Pemerintah Kabupaten adalah Asisten III Setda OKU Selatan Fery Wijaya. Turut hadir pula jajaran pejabat utama Polres OKU Selatan, para Kapolsek se-Zona III, unsur TNI dari Koramil, para Camat, Kepala Desa/Lurah, serta perwakilan dinas teknis terkait meliputi Dinas Pertanian, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Dinas Lingkungan Hidup.
Dalam arahannya yang tegas, Kapolres AKBP I Made Redi Hartana menekankan bahwa penanganan Karhutla tidak boleh menjadi beban satu pihak saja.
“Pencegahan dan penanggulangan Karhutla tidak akan efektif jika hanya mengandalkan pemerintah atau aparat keamanan semata. Keterlibatan aktif masyarakat—terutama mereka yang tinggal dan beraktivitas di wilayah rawan—merupakan kunci emas untuk mempercepat deteksi dini dan penanganan segera saat ditemukan titik api,” ujar Redi dengan tegas.
Beliau juga memperingatkan keras warga agar segera meninggalkan praktik tradisional namun berisiko tinggi, yaitu membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Hal ini mengingat dampak kerusakan besar yang ditimbulkan, mulai dari kerusakan ekosistem, gangguan kesehatan masyarakat, hingga terganggunya perputaran ekonomi lokal.
Rangkaian kegiatan berjalan dinamis dan mendalam, diisi dengan paparan teknis lintas sektor yang saling melengkapi. Mulai dari mitigasi bencana yang disampaikan BPBD dan Damkar, tata kelola pertanian ramah lingkungan dari Dinas Pertanian dan Lingkungan Hidup, hingga penjelasan tegas mengenai penegakan hukum pidana yang disampaikan oleh KBO Reskrim Polres OKU Selatan. Sesi ditutup dengan diskusi dan tanya jawab yang interaktif bersama para relawan MPA hingga berakhir pukul 12.25 WIB dalam suasana aman, tertib, dan kondusif.
Memperkuat pesan tersebut, Kasi Humas Polres OKU Selatan AKP Amir Hamzah, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa kekuatan sebenarnya berada di tangan para relawan di lapangan.
“Sosialisasi ini bertujuan membangun kesadaran bersama yang kokoh. Kami mengajak peran aktif para relawan MPA dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga lingkungan masing-masing, agar wilayah OKU Selatan terhindar dari ancaman bencana Karhutla yang merugikan kita semua,” tandas Amir Hamzah.
Penulis
Romy Batara 94













Leave a Reply