MUARADUA 14/08/2026 Media Cetak Nasional Eternity news Proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten OKU Selatan yang seharusnya menjadi kebanggaan dan peningkatan pelayanan kesehatan warga, justru kini menuai sorotan tajam sekaligus kecurigaan mendalam. Sejumlah wartawan dan perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bergerak bersatu mendatangi kantor pelaksana proyek PT Hutama Karya (HK) pada Jumat, 14 Agustus 2026, guna menuntut penjelasan terbuka terkait dua masalah krusial yang meresahkan.
Kedatangan rombongan disambut oleh bagian Humas PT HK yang berinisial P. Dalam pertemuan tersebut, awak media dan LSM menyoroti dua poin utama yang menjadi keluhan dan pertanyaan besar masyarakat:
1. Masalah debu pembangunan yang terus mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga sekitar;
2. Dugaan pelanggaran standar konstruksi, di mana bangunan setinggi tiga lantai tersebut diduga tidak menggunakan paku bumi.
Menanggapi isu debu, pihak kontraktor melalui perwakilannya mengklaim telah melakukan penyiraman jalan sebanyak dua kali sehari selama proyek berlangsung. Namun pernyataan ini kembali diragukan kebenarannya mengingat fakta di lapangan debu masih beterbangan dan saat diminta bukti dokumentasi sebelumnya, pihak proyek terbukti tidak dapat menunjukkannya.
Sementara itu, jawaban jujur namun mengkhawatirkan datang dari pihak teknisi proyek. Ketika dikonfirmasi soal konstruksi, teknisi tersebut membenarkan secara terang-terangan: “Kami memang tidak memakai paku bumi. Kami hanya melakukan pengeboran dengan kedalaman yang tidak pasti. Kami hanya menjalankan perintah dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).”
Pengakuan ini memicu kekhawatiran luar biasa. Bangunan rumah sakit setinggi tiga lantai yang menampung banyak orang pasien dan petugas, dikhawatirkan tidak memiliki kekuatan struktur yang memadai, terutama saat terjadi guncangan gempa atau beban berat dalam jangka panjang. Masyarakat mempertanyakan: Apakah keselamatan dan standar keamanan bangunan diabaikan demi mengejar waktu pengerjaan?
Awak media saat kontrol sosial menegaskan pentingnya pengawasan ketat dari seluruh elemen terkait. “Kami meminta agar proses pengawasan diperketat. Jika ditemukan kecurangan atau pelanggaran standar pembangunan, hal itu harus segera ditindak lanjuti secepat mungkin demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Pembangunan RSUD memang diharapkan selesai tepat waktu dan bermanfaat besar bagi daerah. Namun, hal itu tidak boleh mengorbankan kenyamanan warga sekitar maupun mutu dan keamanan bangunan itu sendiri. Jangan sampai proyek yang dibangun untuk menjaga kesehatan justru menjadi sumber masalah kesehatan baru bagi warga, serta berpotensi menimbulkan bencana karena konstruksi yang diragukan kekuatannya.
Masyarakat menuntut Dinas terkait dan pengawas teknis segera turun meninjau ulang spesifikasi pembangunan ini secara transparan dan memastikan semuanya dibangun sesuai standar keselamatan yang berlaku.
Penulis
Romy Batara 94/team













Leave a Reply