EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

Proyek ruas jalan sidadadi-mekarjati di duga kuat kualitas rendah baru hitungan hari sudah rusak

Indramayu, Eternitynews.id

 

Pemerintah. daerah Indramayu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(PUPR)  telah menganggarkan untuk pembangunan infrastruktur jalan yang nilainya sangat fantastis di tahun anggaran 2026 ini mencapai puluhan milyar rupiah, akan tetapi anggaran yang cukup besar disinyalir belum tentu di kerjakan dengan sebenarnya baik di RAB maupun secara spesifikasi karena dugaan main material yang tidak memenuhi syarat kualitas, ketebalan tidak sesuai, coran jalan sudah banyak yang rusak dan putus, TPT mengunakan pasir yang mengandung lumpur, batu untuk pelebaran jalan dengan batu jenis atras dan ketebalannya tidak sama serta para pekerja tidak mengunakan safety /APD hal ini terjadi pada pembangunan infrastruktur ruas jalan Sidadadi- Mekarjati- kecamatan Haurgeulis, kabupaten Indramayu Jawa barat yang dikerjakan oleh penyedia jasa CV.Eka Pratama Jaya desa pabean udik kecamatan/kabupaten Indramayu nomor: 100.3.7/3030.4/SPP/DPUPR.IM/2026, nilai kontrak Rp.2.810.078.000; ,sumber dana :APBD TA.2026. (16/6/2026).

 

konfirmasi waktu lalu dengan pelaksana proyek ruas jalan desa sidadadi-mekarjati  Kirno saat dimintai keterangannya menyatakan” ia benar saya yang mengatur jalannya proyek ini tapi kapasitas sebagai mandor pelaksana dan mengenai kualitas material dan coran itu menjadi kewenangan yang punya proyek karena saya hanya sebatas melaksanakan pekerjaan saja adapun mengenai APD ada yang memakai ada juga tidak pakai itu yang bisa saya disampaikan” jelasnya.

 

Perihal pekerjaan infrastruktur betonisasi ruas jalan sidadadi-mekarjati (16/6/2026) disikapi oleh NARYO. ketua DPC lsm Trinusa kabupaten indramayu mengatakan ” hasil investigasi dari beberapa anggota dan kroscek langsung di lapangan memang benar hasil ukur tengah setelah begisting dipasang ternyata ketebalan tengah diratakan hanya 18 cm kurang dari 20 cm nya, batu untuk urug penambahan lebar jalan hanya mengunakan batu atras bila di tekan stum langsung remuk menjadi  debu, ukuran ketebalan samping kanan dan kiri banyak yang kurang dari 20 cm ,pasir untuk memasang TPT mengunakan pasir urug bercampur lumpur ,APD banyak yang tidak pakai. dan hasil kroscek coran yang sudah di kerjakan dan belum dilalui kendaraan roda empat ternyata coran sudah remuk pecah telur sekitar 100 m lebih belum lagi  ada yang patah sampai kebawah dasar coran ” jelasnya..

 

Karena jalan coran yang baru hitungan hari sudah banyak yang rusak kami harap ada sikap dan tindakan tegas dari Dinas PUPR untuk dilakukan audit serta mengecek kualitas coran sesuai secara spesifikasi apa tidak dan apabila diduga penyelewengan anggaran kami harap APH secepatnya ada sikap dan tindakan secara hukum.

 

(S.prant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *