OKU Selatan 21/04/2026
Di tengah susahnya sinyal ponsel di Desa Sinar Danau, Kecamatan Buay Pemaca, OKU Selatan, satu nama jadi tumpuan warga: Pak Riyadi. Jaringan wifi yang ia kelola secara swadaya kini jadi “oase” komunikasi bagi masyarakat.

“Bukan, Pak Riyadi nggak punya izin dari pemerintah desa selama ini soal pembagian jaringan wifi,” ujar salah satu narasumber kepada media ini, Jumat (18/4/2026). “Tapi kami sangat terbantu dengan kehadiran wifi di desa kami. Karena memang selama ini kami sangat sulit dengan sinyal.”
Warga mengaku sudah lama mengusulkan pembangunan tower telekomunikasi ke pemerintah. Proposal resmi sudah diajukan, namun hingga kini belum ada realisasi.

“Kami pernah mengajukan proposal untuk tower di daerah kami, tapi tak kunjung datang,” kata narasumber yang enggan disebut namanya.
Tak hanya jalur formal, upaya juga pernah datang dari kreator konten lokal berinisial (Pi). Ia sempat mengajukan permohonan untuk menyampaikan keinginan masyarakat Desa Sinar Danau agar dibangun tower. Sayangnya, ikhtiar itu juga belum membuahkan hasil.
Melihat kondisi itu, Pak Riyadi berinisiatif membuka layanan wifi untuk warga. Meski tanpa izin resmi dari Pemdes, jaringannya justru jadi penyelamat. Anak sekolah bisa belajar daring, pedagang bisa promosi online, dan warga bisa video call dengan keluarga di perantauan.
“Daripada nggak ada sama sekali. Setidaknya anak-anak bisa ngerjain tugas sekolah,” ucap warga lain.
Belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Sinar Danau terkait status wifi yang dikelola Pak Riyadi. Begitu juga dari pihak kecamatan, apakah jaringan swadaya ini akan dibina, ditertibkan, atau difasilitasi agar legal.
Kisah di Sinar Danau ini potret banyak desa blank spot di Indonesia. Di satu sisi, aturan soal penyelenggaraan jaringan telekomunikasi memang harus dipenuhi. Di sisi lain, kebutuhan warga akan internet makin mendesak untuk pendidikan dan ekonomi.
Warga berharap pemerintah tidak hanya melihat sisi “tidak berizin”, tapi juga mencari solusi. Apakah dengan mempercepat pembangunan tower, atau merangkul inisiatif swadaya seperti yang dilakukan Pak Riyadi agar sesuai aturan.
“Kalau tower nggak datang-datang, setidaknya wifi Pak Riyadi jangan dimatikan. Atau pemerintah bantu legalkan biar sama-sama enak,” harap narasumber.
Romy Batara 94












Leave a Reply