LAMPUNG SELATAN,Eternitynews.id
Titik api terdeteksi di sekitar ruas Jalan Tol KM 63+400 A hingga KM 64+800 B, Desa Sinar Ogan, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (25/8/2026) sore.
Informasi kemunculan titik api tersebut terpantau melalui sistem pemantauan satelit SIPONGI dan Lancang Kuning Polri. Menindaklanjuti informasi tersebut, jajaran Polsek Merbau Mataram bersama petugas jalan tol, pemadam kebakaran dan masyarakat langsung melakukan pengecekan ke lokasi.
Kapolsek Merbau Mataram Ipda Lik Mujiono bersama personelnya mendatangi lokasi sekitar pukul 15.00 WIB untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
«“Kami langsung mengecek titik api setelah mendapat informasi dari pemantauan satelit. Di lokasi memang ditemukan api yang membakar material kering, sehingga segera kami lakukan penanganan bersama petugas terkait,” ujar Ipda Lik Mujiono.»
API MEMBAKAR DAUN, RANTING DAN POHON KERING
Setibanya di lokasi, petugas mendapati api masih menyala dan membakar sejumlah material mudah terbakar berupa daun, ranting, serta bagian pohon yang mengering di sekitar ruas jalan tol.
Kondisi vegetasi yang kering membuat api berpotensi menjalar apabila tidak segera dikendalikan. Petugas pun melakukan penyisiran sekaligus pemadaman pada area yang terdampak.
Personel Polsek Merbau Mataram kemudian berkoordinasi dengan petugas patroli jalan tol, Damkar Tanjung Bintang, serta warga Desa Panca Tunggal untuk mempercepat proses penanganan.
Pemadaman tidak hanya dilakukan terhadap api yang terlihat. Petugas juga memeriksa area sekitar guna memastikan tidak terdapat bara maupun titik api lain yang berpotensi kembali menyala.
PENYEBAB KEBAKARAN MASIH MISTERI
Meski api telah berhasil dipadamkan, polisi belum dapat memastikan penyebab munculnya kebakaran tersebut.
Ipda Lik Mujiono menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan pengecekan terhadap lokasi untuk mengetahui sumber awal api.
«“Penyebab api masih kami cek. Yang paling penting saat ini api sudah berhasil dipadamkan dan kami memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala,” katanya.»
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penanganan belum berhenti pada proses pemadaman. Pemeriksaan lokasi menjadi penting untuk mengetahui apakah kebakaran terjadi akibat faktor alam, kelalaian manusia, atau faktor lainnya.
KOORDINASI LINTAS PIHAK JADI KUNCI
Penanganan kebakaran melibatkan sejumlah unsur di lapangan. Petugas jalan tol berperan dalam pengamanan kawasan sekitar jalur, sementara personel kepolisian melakukan pengecekan dan pengawasan.
Petugas pemadam kebakaran bersama warga turut membantu proses pemadaman hingga memastikan kondisi kembali aman.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk mencegah api merambat ke area lain sekaligus menjaga agar kondisi di sekitar jalur tol tetap aman bagi pengguna jalan.
POLISI INGATKAN POTENSI KEBAKARAN
Polisi mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di kawasan yang memiliki banyak material kering.
Masyarakat diminta tidak melakukan tindakan yang berpotensi menjadi sumber api, termasuk membuang benda yang masih memiliki bara atau dapat memicu kebakaran secara sembarangan.
Pemantauan titik api juga akan terus dilakukan sebagai langkah pencegahan. Informasi dari sistem pemantauan satelit menjadi salah satu instrumen penting untuk mendeteksi indikasi kebakaran lebih dini sebelum petugas melakukan verifikasi langsung di lapangan.
API PADAM, SITUASI KONDUSIF
Setelah dilakukan penanganan bersama, api di sekitar ruas Tol KM 63+400 A hingga KM 64+800 B berhasil dipadamkan.
Petugas selanjutnya memastikan tidak terdapat titik api maupun bara yang kembali menyala. Situasi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan kondusif.
Namun, hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam pengecekan pihak kepolisian.
KUPAS TAJAM MENDALAM — Fakta di lapangan menjadi kunci untuk mengungkap sumber api dan memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi di kawasan strategis jalur tol. (Syah)












Leave a Reply