OKU SELATAN 07/09/2026
Polemik penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, kian memanas. Pihak penyedia makanan, SPPG Sri Menanti, akhirnya angkat bicara dan membantah dengan tegas seluruh tuduhan yang dilontarkan Kepala UPT SMPN 1 Buay Pemaca terkait penyajian makanan yang dinilai tidak layak konsumsi. Ketua Yayasan berinisial JN bahkan menegaskan siap menempuh jalur hukum atas pemberitaan yang dianggap merugikan nama baik lembaga mereka.

Sebelumnya, Kepala UPT SMPN 1 Buay Pemaca, Sofiyanto, menyampaikan penolakan keras terhadap program MBG dengan alasan serius. Ia mengaku telah berupaya membuka komunikasi, namun tidak mendapat respons dari pihak SPPG. Lebih mengkhawatirkan, ditemukan makanan yang dinilai tidak layak disajikan kepada siswa: buah busuk, lauk pauk basi, ulat pada mi ayam, hingga cacing pada ikan lele. Atas dasar itu, seluruh dewan guru sepakat untuk sementara menghentikan penerimaan program MBG sampai persoalan tersebut mendapat penjelasan dan penyelesaian yang memuaskan.
Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah keras oleh pihak SPPG Sri Menanti. Ketua Yayasan yang berinisial H. Junaidi menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan sangat merugikan reputasi lembaga yang selama ini berupaya menjaga kualitas dan kebersihan makanan.
“Kami membantah dengan tegas seluruh pemberitaan tersebut. Tuduhan soal makanan busuk, basi, hingga ada ulat dan cacing itu tidak benar dan sangat mencoreng nama baik kami. Kami tidak akan tinggal diam,” tegas kepala sppg Richo
Pihak SPPG Sri Menanti pun menegaskan tidak segan-segan akan mengambil langkah hukum atas pemberitaan yang dianggap merugikan dan menyebarkan informasi yang tidak sesuai fakta.
Kasus ini kini semakin memanas dengan dua pihak yang saling bantah. Masyarakat pun menuntut adanya investigasi transparan dan objektif untuk membuktikan siapa yang benar, demi kepentingan utama para siswa yang berhak mendapatkan makanan yang sehat, bersih, dan bergizi.
Apakah tuduhan itu benar adanya, atau justru ada hal lain yang tersembunyi di balik penolakan tersebut? Kita tunggu hasil klarifikasi selanjutnya.
Penulis Romy Batara 94












Leave a Reply