OGAN KOMERING ULU SELATAN
09/07/2026
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muaradua seharusnya menjadi pelayanan kesehatan yang nyaman dan menunjang kebutuhan masyarakat. Namun kenyataan berkata lain: lemahnya hingga hilangnya sinyal jaringan seluler di lokasi ini menjadi keluhan yang mendalam sekaligus kritik tajam dari warga, keluarga pasien, maupun pengunjung. Kondisi ini dianggap sangat membebani, apalagi di saat-saat genting.

Bagi keluarga pasien yang menunggu di area rawat inap, kesulitan berkomunikasi menjadi beban tersendiri. Menghubungi kerabat untuk memberi kabar perkembangan kondisi pasien terasa mustahil, menimbulkan kecemasan yang tak perlu di tengah kekhawatiran atas kesehatan orang terkasih.
Saidi, warga Desa Sungai Are, mengungkapkan kekecewaannya saat ditemui di area parkir rumah sakit. “Sudah dua malam saya di sini, tapi belum bisa terhubung dengan keluarga. Sinyal Telkomsel sangat susah didapat, padahal kami butuh sekali memberi kabar,” keluhnya.
Kritik senada disampaikan warga sekitar berinisial DD (35 tahun). Ia bahkan terpaksa menempuh perjalanan ke Desa Sukajaya yang berdekatan hanya demi bisa menelepon. “Sangat sulit di sini. Seharusnya area rumah sakit ini menjadi prioritas utama fasilitasnya! Banyak orang datang dengan keadaan mendesak dan butuh menghubungi sanak saudara, tapi kondisinya begini. Harus sampai ke desa lain baru bisa dapat sinyal,” tegasnya.
Pantauan di lapangan mempertegas kritik ini: masalah ketersediaan jaringan seluler yang buruk tak hanya menimpa Desa Bumi Agung Jaya tempat RSUD berada, melainkan juga merambah ke sejumlah desa di berbagai kecamatan se-Kabupaten OKU Selatan. Infrastruktur telekomunikasi yang ada dinilai jauh dari memadai.
Masyarakat pun menuntut perhatian nyata dan langkah cepat dari pemerintah daerah. “Fasilitas penunjang dasar seperti jaringan seluler wajib diprioritaskan, terlebih di lokasi pelayanan umum. Ini bukan sekadar soal kenyamanan, tapi kebutuhan vital—baik untuk keperluan komunikasi darurat maupun pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat luas. Jangan sampai keluhan ini terus berlanjut tanpa solusi,” harap sekaligus tegur warga.
Romy Batara 94












Leave a Reply