Indramayu, Eternitynews.id
Bentuk Komitmen mendukung Program Asta Cita Pemerintah Pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional terus diwujudkan hingga ke tingkat desa. Salah satu langkah nyata kini terlihat di Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, melalui program pencetakan sawah yang mengubah lahan tidak produktif menjadi areal pertanian baru.
Program tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat dengan berbagai pihak mampu menghadirkan perubahan nyata dalam pemanfaatan sumber daya yang selama ini belum tergarap secara optimal. Lahan yang sebelumnya terbengkalai dan tidak memberikan nilai ekonomi kini mulai dibuka, ditata, serta dipersiapkan menjadi sawah produktif yang diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.

Pencetakan sawah dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi lahan, sistem pengairan, hingga kesiapan infrastruktur pendukung agar lahan yang dibuka benar-benar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan sawah baru mampu menghasilkan produktivitas yang maksimal dan menjadi aset pertanian jangka panjang.
Masyarakat Desa Jatimulya menyambut program tersebut dengan penuh antusias. Semangat gotong royong terlihat dalam proses pembukaan lahan yang dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam mengoptimalkan lahan-lahan tidur menjadi kawasan pertanian yang produktif.
Salah seorang warga, Aming, mengatakan bahwa kehadiran program pencetakan sawah memberikan harapan baru bagi masyarakat desa. Menurutnya, lahan yang selama ini tidak dimanfaatkan kini memiliki potensi besar untuk meningkatkan hasil pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
“Program ini sangat baik karena lahan yang sebelumnya terbengkalai kini bisa dimanfaatkan menjadi sawah. Selain meningkatkan produksi padi, tentu juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan sawah baru diharapkan mampu mengurangi luas lahan tidur yang selama ini belum memberikan manfaat ekonomi bagi desa. Dengan semakin luasnya area persawahan, peluang peningkatan pendapatan petani pun semakin terbuka.
Program pemanfaatan lahan tidak produktif menjadi lahan pertanian produktif juga dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemandirian pangan daerah. Sebagai salah satu lumbung padi nasional, Kabupaten Indramayu terus berupaya mempertahankan perannya dalam menjaga ketersediaan pangan melalui berbagai inovasi, termasuk optimalisasi pemanfaatan lahan yang belum tergarap.
Di tengah tantangan alih fungsi lahan dan meningkatnya kebutuhan pangan nasional, pencetakan sawah baru menjadi solusi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan sektor pertanian di masa depan. Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dari hulu melalui perluasan lahan pertanian produktif.
Melalui sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan, program pencetakan sawah di Desa Jatimulya diharapkan menjadi model keberhasilan pemanfaatan lahan tidur yang dapat diterapkan di berbagai daerah lainnya. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
,(Sarjo Prant)














Leave a Reply