EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

kejadian di salah satu SDN wilayah kecamatan Kroya -Indramayu di adu suruh berkelahi laksana ring tinju

Indramayu, Eternitynews.co.id

Dunia pendidikan tercoreng sekarang ini rupanya sedang tidak baik karena ini diluar nalar sehat sebab anak masih duduk sekolah dasar sudah sangat berani bahkan beringas, kejadian terkait anak sekolah masih duduk di kelas 5 sudah di suruh berkelahi oleh kakak kelasnya yakni kelas 6 dan peristiwa itu di tonton oleh teman-temannya di video  bahkan sampai di ungah ke media sosial Facebook. kejadian itu masih di lingkungan sekolah tanggal 13/4/2026 hari Senin dan pihak sekolah baru mengetahui hari Sabtu 18/4/2026 dan ada tindak lanjut dari pihak sekolah setelah ada pengaduan dari orang tua korban datang ke sekolah, maka hari Selasa 21/4/2026 pihak sekolah memanggil semua anak dan orang tua baik korban maupun pelaku. Kejadian ini di salah SDN wilayah kecamatan Kroya, kabupaten Indramayu, Jawa barat.

Konfirmasi (20/4/2026) dengan orang tua/nenek korban perundungan di SDN tersebut yang tidak mau di sebutkan namanya menyatakan” memang benar terjadi ada perundungan di tempat sekolah cucu saya karena di suruh berkelahi dengan teman satu kelas padahal masih duduk di kelas 5 tapi kakak kelas 6 di paksa suruh berkelahi padahal sudah tidak mau tapi terus dipaksa yang jelas cucu saya babak belur karena di pukul, injak selain itu kejadiannya di tonton, ada video bahkan di buat Facebook sampai beredar dan melihat video itu maka saya tidak terima karena cucu saya babak belur merintih kesakitan, maka dengan kejadian ini saya mohon kepada pihak sekolah ada tindakan yang nyata dan tegas atas dasar kejadian tersebut jangan sampai terulang  mau di arahkan kemana anak penerus bangsa ini dan saya merasa tidak terima, besok pihak sekolah memanggil baik korban maupun pelakunya” tegasnya.

penjelasan dari kepala sekolah SDN yang berinsial O F kepada awak media mengatakan ” memang benar kejadian adu jotos suruh berkelahi yang di adu oleh kakak kelas 6 itu ,pada waktu kejadian di hari itu kami sama sekali tidak mengetahuinya karena belum ada laporan baik dari para guru maupun orang tua korban dan baru tahu di hari Sabtu (18/4/2026) setelah ada pengaduan dari orang tua korban, maka langsung kami tindak lanjuti terkait kejadian itu bagaimana yang sebenarnya dan menyampaikan surat panggilan dari sekolah suruh semua yang terlibat perundungan itu baik korban, pelaku atau yang menonton sampai yang mengshare ke Facebook supaya kumpul di sekolah yang berjumlah 9 anak, 2 korban dan 7 pelaku pada hari Selasa (21/4/2024) untuk di mintai keterangannya apalagi kabar yang beredar kejadian di lingkungan sekolah padahal itu di luar lingkungan sekolah yaitu di kebun mangga setelah melihat bukti rekaman videonya dan di luar jam belajar. Maka kami tindak lanjuti karena jangan sampai persoalan ini menjadi berkepanjangan ,intinya pertemuan besok dengan semua yang terlibat perundungan dengan dua anak di suruh berkelahi itu mau di klarifikasi terlebih dulu dan akan di selesaikan secara internal sekolah kalau ada yang tidak terima maka saya rendam jangan sampai ada kelanjutan karena demi menjaga nama baik atau almamater sekolah” terangnya.

Dengan kejadian ini kami mohon dinas pendidikan dan KPAI supaya secepatnya turun dan ambil tindakan atau sanksi bagi sekolah yang bersangkutan supaya ada rasa efek jerah dan pembelajaran yang berarti.

(Sarjo pranoto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *