OKU SELATAN, 22 JULI 2026
Ancaman gajah liar kembali menjadi mimpi buruk nyata bagi warga Dusun Tanjung Kuning,Desa Durian 9, Kecamatan Buay Pemaca. Kawasan pemukiman dan lahan pertanian diguncang kerugian besar setelah kawanan gajah liar kembali berulah, mengamuk menghancurkan tanaman jagung dan merusak bangunan tempat tinggal warga.

Berdasarkan pantauan awak media, kerugian yang dialami petani akibat hancurnya tanaman jagung yang sudah siap panen mencapai nilai puluhan juta rupiah. Jerih payah warga selama berbulan-bulan merawat tanaman lenyap seketika. Belum sampai di situ, amukan raksasa hutan ini juga merambah ke pemukiman dan merusak tempat tinggal milik Umar dan Sahroni.

Warga mengaku sudah tak berdaya. Selain harta musnah, ketakutan akan keselamatan nyawa terus menghantui. “Kami sudah berusaha menjaga dan mengusir, tapi kekuatan kami tak sebanding. Tanaman harapan hidup hancur, rumah pun tak luput,” ungkap warga dengan nada kecewa mendalam.
Menanggapi hal ini, awak media mengonfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten OKU Selatan, Meiliana Sari. Beliau meminta masyarakat untuk tetap bersabar dan meyakinkan bahwa pemerintah tidak berdiam diri.
“Kami mengimbau masyarakat bersabar, bukan berarti tidak ada penanganan. Saat ini upaya translokasi dan pengamanan terus dilakukan. Pemasangan kawat kejut serta pembukaan jalur alih gajah menuju kawasan Manduriang masih berjalan dan terus dipantau perkembangannya,” tegas hj. Meilia Sari.S, KEp. NERS.Mm
Warga berharap proses tersebut segera tuntas dan membuahkan hasil nyata. Selain bantuan yang layak, solusi jangka panjang mutlak diperlukan agar konflik ini tidak terus-menerus merugikan dan membahayakan warga.
Penulis
Romy Batara 94














Leave a Reply