Karet Jaya, OKU Selatan
17/04/2026
Semangat gotong royong mewarnai Mako Polsek Buay Pemaca, Jumat (17/04/2026). Jajaran personel Polsek Buay Pemaca Polres OKU Selatan turun langsung memegang sapu, cangkul, dan alat kebersihan dalam kegiatan kurve massal. Aksi bersih-bersih ini digelar untuk mendukung Program Nasional Gerakan Indonesia Asri sekaligus implementasi Program Belida Polda Sumsel.

Kegiatan dimulai tepat pukul 10.00 WIB dipimpin langsung Kapolsek Buay Pemaca. Tanpa canggung, Kapolsek bersama para Kanit, Bhabinkamtibmas, dan seluruh personel membaur menyasar setiap sudut lingkungan markas. Ada yang menyapu halaman depan, mencabut rumput liar di taman, membersihkan saluran air yang tersumbat, mengecat ulang pot bunga, hingga merapikan ruang pelayanan publik di Mako Polsek Buay Pemaca, Kecamatan Karet Jaya, Kabupaten OKU Selatan.

“Semua ikut turun, dari perwira sampai bintara. Ini bukan soal pangkat, tapi soal kepedulian. Kalau mako kita bersih, masyarakat yang datang melapor juga pasti merasa nyaman,” ungkap salah satu personel di sela kegiatan.
Kapolsek Buay Pemaca menegaskan, kurve serentak ini bukan kegiatan insidental. Hal ini merupakan tindak lanjut langsung dari Surat Telegram Kapolri Nomor ST/337/II/TUK.5/2026 tanggal 15 Februari 2026 tentang pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Asri. Gerakan tersebut lahir dari arahan Presiden RI saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 di SICC Bogor, 02 Februari 2026.
Gerakan Indonesia Asri mengusung empat pilar: Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Di level Polda Sumsel, gerakan ini dikemas dalam Program Belida – akronim dari Bersih Lingkungan di Anda – yang wajib dilaksanakan seluruh satuan kerja hingga tingkat polsek.
“Polsek adalah etalase Polri di mata masyarakat desa. Kalau halamannya kumuh, bagaimana masyarakat mau percaya kita bisa menciptakan keamanan. Karena itu, Belida dan Indonesia Asri harus dimulai dari rumah kita sendiri,” tegas Kapolsek.
Selain aspek estetika, kurve ini juga menyasar faktor kesehatan. Saluran air yang sebelumnya tersumbat sampah dibersihkan total untuk mencegah genangan dan sarang nyamuk DBD. Gudang barang bukti yang lembab ikut dibersihkan dan disemprot disinfektan. Ruang tahanan pun tak luput dari sasaran kurve agar tetap layak dan manusiawi.
“Anggota yang piket 1×24 jam butuh lingkungan sehat. Yang tinggal di asrama belakang mako juga sama. Lingkungan resik bikin kerja lebih semangat dan terhindar dari penyakit,” tambahnya.
Setelah satu jam berjibaku, wajah Mako Polsek Buay Pemaca berubah total. Halaman yang tadinya ditumbuhi rumput kini bersih, taman tertata rapi, selokan lancar, dan sampah-sampah sudah terkumpul untuk dibuang ke TPA. Kegiatan ditutup pukul 11.00 WIB dalam situasi aman dan kondusif.
Ke depan, Polsek Buay Pemaca berkomitmen menjadikan kurve “Jumat Bersih” sebagai agenda rutin setiap pekan. Kapolsek juga menginstruksikan Bhabinkamtibmas untuk menularkan semangat Indonesia Asri ke desa binaan masing-masing. “Polisi harus jadi pelopor. Kalau kita sudah kasih contoh, masyarakat pasti ikut. Targetnya, Karet Jaya jadi kecamatan percontohan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah,” tutup Kapolsek.
Program Indonesia Asri sendiri menargetkan perubahan perilaku kolektif. Tidak hanya instansi pemerintah, gerakan ini mengajak sekolah, pasar, tempat ibadah, hingga rumah tangga untuk aktif menjaga lingkungan. Dengan dimulai dari lingkup terkecil seperti mako polsek, semangat “Aman, Sehat, Resik, Indah” diharapkan menular ke seluruh penjuru Bumi Sriwijaya.
Romy Batara 94













Leave a Reply