MUARADUA, OKU SELATAN – Pertanyaan besar kini membayangi keamanan di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muaradua. Tempat yang seharusnya menjadi pelindung keselamatan dan kesehatan warga, justru gagal menjamin keamanan kendaraan yang dititipkan pengunjung. Kejadian memilukan ini menimpa seorang warga Desa Sukamaju, Kecamatan Muaradua, pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026, sekitar pukul 10.00 WIB.
Saat itu, korban hanya meninggalkan sepeda motornya sesaat untuk mengambil obat dan menjenguk kerabat yang sedang berobat. Namun betapa terkejutnya saat kembali, kunci kontak kendaraannya sudah rusak parah—dipaksa dirusak menggunakan kunci T yang bahkan patah dan tertinggal di lubang kunci. Belum selesai rasa syoknya, warga lain melaporkan sepeda motor Honda Beat berwarna hitam yang terparkir tepat di sebelah kendaraan korban telah hilang dibawa kabur pelaku.
“Saya baru masuk sebentar, keluar lagi motor sudah begini. Alat untuk mencuri pun ditinggal begitu saja. Motor tetangga parkir sebelah sudah tidak ada batangnya,” ungkap korban dengan nada kecewa dan marah.
Harapan warga agar rekaman CCTV dapat membantu mengungkap pelaku pun pupus sudah. Fakta di lapangan menunjukkan kamera pengawas di sekitar area parkir tersebut mati total dan tidak berfungsi. Alat yang seharusnya menjadi mata pengamanan justru buta dan tak bisa merekam jejak kejahatan.
Saat awak media meminta penjelasan resmi kepada pimpinan RSUD Muaradua, jawaban yang disampaikan justru memicu kemarahan publik: “Pengadaan serta perbaikan sistem CCTV baru akan kita masukkan dalam anggaran tahun 2027.”
Alasan menunggu anggaran hingga dua tahun ke depan ini sama sekali tidak dapat dijadikan alasan pembenar. Masyarakat menilai ini adalah bukti nyata kelalaian, ketidakpedulian, dan pengabaian serius terhadap hak keamanan warga. Bagaimana mungkin fasilitas pelayanan publik membiarkan celah kejahatan terbuka lebar selama berbulan-bulan hanya karena alasan belum ada dana?
Kejadian ini menjadi tamparan keras bagi manajemen RSUD Muaradua. Area parkir rumah sakit adalah wilayah yang wajib diawasi ketat setiap saat. Masyarakat menuntut pihak pengelola segera bertindak nyata: perbaiki sistem pengamanan sekarang juga, tingkatkan patroli petugas keamanan di lapangan, dan jangan menunda lagi pemulihan fasilitas pengawasan. Keamanan nyawa dan harta benda warga tidak boleh ditawar-tawar atau ditunda hingga tahun depan.
Saat ini korban telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap identitas pelaku serta memulihkan kerugian yang dialami. Awak media akan terus memantau langkah perbaikan yang akan diambil oleh pihak RSUD Muaradua.
Penulis
Romy Batara 94













Leave a Reply