EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

Giwa Govalensa Limbong.SH.,CPFW.,CMDF., CJKJ., CFTAX Apresiasi Dedikasi Tanpa Pamrih Dosen Pembimbing Zulham Adamy Siregar, SH.,MH.

BANDUNG — Perjalanan akademik bukan sekadar tentang menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar, melainkan juga tentang proses pembelajaran, ketekunan, serta peran orang-orang yang memberikan bimbingan dan inspirasi. Hal inilah yang menjadi ungkapan rasa syukur Giwa Govalensa Limbong, S.H., kepada Zulham Adamy Siregar, S.H., M.H., dosen hukum pidana sekaligus dosen pembimbing akademiknya di Universitas Terbuka Bandung.

 

Sebagai mahasiswa Program Studi S-1 Ilmu Hukum, Giwa telah melewati berbagai tahapan akademik hingga mencapai tahap menjelang wisuda. Dalam perjalanan tersebut, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dedikasi, kesabaran, serta ketabahan Zulham Adamy Siregar dalam memberikan bimbingan selama masa pendidikannya.

 

Menurut Giwa, peran seorang dosen pembimbing tidak hanya terbatas pada aspek akademik, tetapi juga memberikan nilai-nilai kehidupan, pengalaman, dan cara pandang yang menjadi bekal penting dalam menghadapi perjalanan profesional di masa depan.

 

“Terima kasih atas segala dedikasi, ilmu, pemikiran, pengalaman, kesabaran, dan ketabahan yang telah diberikan selama membimbing saya. Banyak pembelajaran berharga yang saya peroleh. Bagi saya, jasa seorang dosen pembimbing tidak akan berhenti hanya karena masa perkuliahan telah selesai,” ungkap Giwa.

 

Ia juga menilai bahwa proses pendidikan hukum merupakan fondasi penting untuk membentuk pribadi yang berintegritas, memahami nilai-nilai keadilan, serta memiliki tanggung jawab dalam menjalankan profesi hukum.

 

Bukan Perpisahan, Melainkan Awal Perjalanan Baru

 

Giwa menegaskan bahwa berakhirnya masa sebagai mahasiswa bukanlah akhir dari hubungan baik dengan dosen pembimbingnya. Sebaliknya, momen tersebut menjadi awal untuk membawa semangat dan nilai-nilai yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan menuju pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat.

Baginya, cita-cita menjadi seorang advokat bukan hanya tentang profesi, tetapi juga tentang komitmen untuk memperjuangkan keadilan, memberikan pendampingan hukum, serta membantu masyarakat memperoleh hak-haknya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 

Ia berharap seluruh ilmu, pemikiran, dan pengalaman yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan S-1 Ilmu Hukum dapat menjadi bekal dalam melanjutkan perjalanan profesionalnya di bidang hukum.

 

“Ini bukan bentuk akhir dari sebuah pertemuan ataupun perpisahan. Walaupun nantinya saya tidak lagi berstatus sebagai mahasiswa, semangat untuk belajar dan mengembangkan diri harus tetap hidup. Saya ingin melanjutkan cita-cita menjadi seorang advokat yang handal, berintegritas, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

 

Membawa Semangat Menuju Wisuda Universitas Terbuka

Semangat dan rasa syukur tersebut juga akan menjadi bagian dari perjalanan Giwa menuju prosesi wisuda Universitas Terbuka yang direncanakan berlangsung di Tangerang pada November mendatang.

 

Bagi Giwa, wisuda bukan sekadar seremoni akademik atau penanda berakhirnya masa pendidikan. Lebih dari itu, wisuda merupakan momentum untuk menghargai perjuangan diri sendiri sekaligus mengenang jasa para pendidik yang telah berkontribusi dalam perjalanan akademiknya.

 

Ia menyampaikan bahwa setiap nasihat, ilmu, dan pengalaman dari dosen pembimbing akan selalu menjadi bagian penting dalam langkahnya ke depan, terutama ketika menghadapi tantangan dalam dunia hukum.

 

“Semangat ini akan saya bawa hingga wisuda Universitas Terbuka di Tangerang pada November mendatang. Saya tidak ingin melupakan jasa orang-orang yang telah membantu saya sampai pada tahap ini. Gelar akademik adalah pencapaian, tetapi menjaga integritas, terus belajar, dan mengamalkan ilmu untuk kepentingan masyarakat merupakan tanggung jawab yang jauh lebih besar,” ujar Giwa.

 

Melalui ungkapan apresiasi tersebut, Giwa berharap hubungan baik antara mahasiswa dan dosen tidak berhenti setelah proses akademik selesai. Ia meyakini bahwa penghormatan terhadap guru dan dosen merupakan bagian dari sikap menghargai ilmu pengetahuan serta perjalanan panjang dalam membangun masa depan.

 

Bagi Giwa Govalensa Limbong, S.H., langkah menuju wisuda bukanlah garis akhir, melainkan gerbang awal untuk mengabdikan ilmu hukum dan mewujudkan cita-citanya menjadi seorang advokat yang profesional, berintegritas, dan berpihak pada nilai-nilai keadilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *