EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

Padat Karya Desa Padalarang Fokus Benahi Drainase dan Lingkungan Permukiman

Kab bandung barat

Pemerintah Desa Padalarang 13 mei 2026 bertempat di gedung aula desa padalarang mengalokasikan Dana Desa untuk melaksanakan program Padat Karya Tunai (PKT) yang difokuskan pada normalisasi saluran air di sejumlah kawasan permukiman warga. Kegiatan tersebut dilakukan melalui pengerukan drainase, pengangkatan lumpur, serta pembersihan sampah dan limbah yang selama ini menumpuk di sepanjang jalur selokan antarwilayah RW.


Program penataan lingkungan itu melibatkan masyarakat dari enam RW, yakni RW 2, RW 3, RW 4, RW 5, RW 25, dan RW 6. Seluruh warga yang terlibat dikerahkan untuk membersihkan jalur drainase utama yang selama ini mengalami pendangkalan dan penyumbatan cukup berat akibat endapan tanah dan sampah rumah tangga.


Kondisi saluran air yang tidak lagi berfungsi optimal dinilai menjadi salah satu penyebab munculnya genangan saat hujan turun. Selain menghambat aliran air, tumpukan sampah dan limbah di dalam drainase juga menimbulkan bau tidak sedap serta berpotensi menjadi sumber penyakit bagi masyarakat sekitar.
Melalui kegiatan Padat Karya Tunai tersebut, pemerintah desa tidak hanya berupaya memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga membuka peluang penghasilan tambahan bagi warga. Setiap masyarakat yang ikut dalam proses pengerjaan mendapatkan upah harian sebesar Rp100 ribu yang bersumber dari Dana Desa.
Pihak desa menyebutkan bahwa pelaksanaan kegiatan dilakukan secara gotong royong karena saluran air yang dibersihkan melintasi beberapa wilayah RW. Dengan keterlibatan masyarakat secara langsung, diharapkan proses pengerukan dapat berjalan lebih maksimal sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
“Permasalahan drainase ini sudah cukup lama dikeluhkan warga. Karena itu pemerintah desa mengambil langkah penanganan melalui program Padat Karya agar saluran air kembali lancar dan masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi,” ujar salah satu pelaksana kegiatan.
Selain pengerukan drainase, pemerintah desa juga mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke selokan. Rendahnya kesadaran menjaga kebersihan disebut menjadi faktor utama tersumbatnya saluran air di sejumlah titik permukiman.
Pemerintah desa berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal membangun budaya hidup bersih di lingkungan masyarakat. Dengan drainase yang kembali normal, risiko banjir lingkungan, genangan air, dan penyebaran penyakit diharapkan dapat ditekan.
Program Padat Karya Tunai itu pun dinilai menjadi salah satu bentuk pemanfaatan Dana Desa yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, baik dalam aspek penanganan lingkungan maupun pemberdayaan warga melalui kegiatan kerja bersama.

Dudy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *