PALEMBANG – Sebuah pelukan hangat yang tercipta antara petugas dan warga di Lorok Pakjo, Palembang, berbicara jauh lebih dalam dan bermakna dibandingkan ribuan kata yang terucap. Program Bedah Rumah yang digelar jajaran Pemasyarakatan di wilayah Sumatera Selatan ini bukan sekadar kegiatan perbaikan fisik bangunan, mengubah tempat tinggal yang rusak menjadi layak huni. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah simbol kuat kembalinya harapan, pemulihan senyum kebahagiaan, serta bukti nyata kehadiran negara yang hadir, merasakan, dan meringankan beban masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.

Mengusung semangat besar “Merangkul Harapan, Membangun Kepercayaan, Menghadirkan Kepedulian”, momen ini menjadi bukti hidup wajah pelayanan publik yang sesungguhnya. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Erwedi Supriyatno, terlihat turun langsung ke lokasi didampingi seluruh Kepala UPT Pemasyarakatan se-wilayah Palembang. Langkah nyata turun ke lapangan ini bukan sekadar seremonial kedinasan, melainkan wujud tanggung jawab tulus agar kehadiran institusi dan manfaatnya benar-benar terasa hingga ke lingkungan terkecil masyarakat.
Kehadiran pimpinan beserta seluruh jajaran menegaskan satu hal yang utama: dedikasi Pemasyarakatan tidak dibatasi oleh ruang kantor atau sekadar rutinitas menjalankan aturan dan tugas pokok fungsi. Melalui aksi kemanusiaan seperti ini, tampaklah jiwa pelayanan yang hakiki—yang tidak hanya bekerja menegakkan hukum dan ketertiban, tetapi juga bergerak menyentuh hati, meringankan kesulitan, serta menebar kasih sayang tulus kepada sesama anak bangsa.
Momen haru, keakraban, dan rasa syukur yang terjalin erat antara petugas dan warga di Lorok Pakjo ini kami abadikan sebagai kenangan berharga sekaligus pengingat abadi atas janji bakti kami kepada negara dan rakyat. Sinergi yang padu, solid, dan semangat bahu-membahu antara pimpinan serta seluruh elemen di UPT menjadi kunci utama keberhasilan kegiatan ini. Hal inilah yang menjadi pijakan kuat dalam mewujudkan transformasi pelayanan publik: pelayanan yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi semakin humanis, bermartabat, dan dekat dengan hati rakyat.
Inilah wajah sejati Pemasyarakatan: selalu hadir di saat dibutuhkan, selalu peduli pada mereka yang memerlukan uluran tangan, dan terus membangun kedekatan nyata yang erat serta kokoh bersama masyarakat. Di Lorok Pakjo ini, program Bedah Rumah menjadi saksi hidup, bahwa setiap langkah kebaikan kecil yang dilakukan bersama-sama akan melahirkan dampak besar bagi kesejahteraan, kebahagiaan, dan kemajuan negeri.
(***)












Leave a Reply