EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

Polemik Batu Hibah Desa Kunjir Berakhir Damai, Kades Rio Tunjukkan Sikap Legowo dan Tanggung Jawab Penuh

Kunjir, Lampung Selatan  – Polemik dugaan pengalihan batu hibah warga yang sempat memicu perhatian publik di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, akhirnya resmi berakhir damai pada 9 Mei 2026. Penyelesaian persoalan tersebut dinilai berlangsung terbuka, adil, dan memuaskan seluruh pihak setelah Kepala Desa Kunjir, Rio, mengambil langkah langsung dengan mengembalikan hak-hak warga sesuai kesepakatan yang berlaku. Situasi yang sebelumnya memanas kini berubah menjadi suasana penuh kekeluargaan dan rekonsiliasi.

Di tengah sorotan masyarakat dan pemberitaan yang berkembang, Kades Rio memilih mengambil jalan yang jarang dilakukan banyak pemimpin. Ia tidak berupaya mencari pembenaran ataupun melempar tanggung jawab kepada pihak lain. Sebaliknya, Rio tampil langsung di hadapan warga dan menegaskan kesiapannya memikul seluruh tanggung jawab atas persoalan yang terjadi. Sikap tersebut menjadi titik balik yang meredakan ketegangan di tengah masyarakat.

Langkah konkret yang dilakukan pemerintah desa dengan mengembalikan segala sesuatu yang dianggap menjadi hak warga menjadi bukti bahwa penyelesaian tidak hanya berhenti pada pernyataan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata. Warga menilai keputusan tersebut sebagai bentuk itikad baik sekaligus penghormatan terhadap aspirasi masyarakat yang sebelumnya menyampaikan keberatan terkait dugaan pengalihan aset hibah tersebut.

“Kami telah menyelesaikan semuanya dengan baik. Saya tidak akan mencari kambing hitam atau menyalahkan siapa pun di bawah saya. Segala tanggung jawab ada di pundak saya selaku Kepala Desa,” tegas Rio dalam keterangannya kepada masyarakat.

Tidak berhenti sampai di situ, Rio juga mengajak seluruh elemen masyarakat Desa Kunjir untuk kembali bersatu dan meninggalkan seluruh persoalan yang sempat memicu perpecahan. Ia menegaskan bahwa pembangunan desa hanya dapat berjalan apabila masyarakat dan pemerintah desa kembali berjalan seiring dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan demi kemajuan desa.

Sikap lapang dada yang ditunjukkan Rio mendapat respons positif dari warga. Sejumlah tokoh masyarakat menilai keberanian seorang pemimpin untuk mengakui kekeliruan dan segera memperbaikinya merupakan bentuk kedewasaan yang patut diapresiasi. Menurut mereka, penyelesaian persoalan secara terbuka justru memperkuat kembali kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan desa.

“Pak Kades telah membuktikan perkataannya dengan perbuatan. Segala sesuatu yang harus dikembalikan sudah diserahkan sepenuhnya. Kami tidak lagi memiliki tuntutan apa pun. Persoalan ini benar-benar selesai dengan baik,” ujar salah satu perwakilan warga.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pelajaran penting bahwa transparansi, keberanian bertanggung jawab, dan komunikasi yang baik mampu meredam konflik di tengah masyarakat. Dalam situasi yang berpotensi memecah hubungan sosial warga, pendekatan persuasif dan keterbukaan justru berhasil mengembalikan suasana harmonis di Desa Kunjir. Keputusan Rio untuk turun langsung menyelesaikan persoalan dinilai menunjukkan kepekaan seorang pemimpin terhadap suara rakyatnya.

Kini kondisi Desa Kunjir berangsur kondusif. Hubungan antarwarga kembali harmonis dan semangat gotong royong mulai tumbuh kembali setelah polemik tersebut selesai secara damai. Masyarakat berharap momentum ini menjadi awal baru bagi pemerintahan desa untuk terus membangun transparansi, menjaga kepercayaan publik, dan memperkuat persatuan demi kemajuan Desa Kunjir ke depan.

(Syrm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *