MUARADUA, 8 Mei 2026
Di tengah stigma aparat yang kaku dan dingin, potret berbeda ditunjukkan Polres OKU Selatan. Jumat (8/5/2026) pagi, Unit Pidana Umum Satreskrim turun langsung ke Panti Asuhan Al-Amanah Muaradua. Tak membawa borgol, melainkan beras, minyak goreng, mi instan, dan ketulusan.

Langkah ini menjadi cerminan nyata konsep Polri Presisi yang humanis. Seragam cokelat yang identik dengan penegakan hukum, hari itu melebur dalam senyum dan pelukan hangat puluhan anak panti.
Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana, S.H., S.I.K., M.I.K. melalui Kasat Reskrim AKP Aston L. Sinaga, S.H., M.H. menegaskan, aksi sosial bukan seremoni.
q
“Polri tidak boleh hanya hadir saat ada perkara. Kami harus hadir di hati masyarakat. Bantuan ini mungkin kecil, tapi ini simbol bahwa negara hadir lewat tangan polisinya,” tegas AKP Aston didampingi Kanit Pidum Ipda Hendri Febriansyah, S.H.
Ipda Hendri menambahkan, program Jumat Berkah Unit Pidum akan digelar rutin sebagai implementasi perintah Kapolri agar setiap anggota menjadi problem solver di tengah masyarakat. “Polisi dan warga itu keluarga. Kalau ada yang susah, wajib dibantu,” ujarnya.
Pengurus Panti Asuhan Al-Amanah mengaku terkejut sekaligus terharu. “Awalnya kami khawatir ada apa. Ternyata Pak Polisi bawa rezeki. Anak-anak sampai bertanya, ‘Polisi baik ya?’,” tuturnya.
Bagi panti yang menaungi puluhan anak yatim dan dhuafa itu, bantuan Polres OKUS sangat berarti. “Ini bukan sekadar sembako. Ini harapan. Semoga jadi amal jariyah untuk semua anggota,” doa pengurus.
Aksi ini memperkuat pesan nasional: transformasi Polri menuju institusi yang prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan, dimulai dari hal kecil yang menyentuh langsung nurani rakyat.
“Jika anak-anak mencintai polisi sejak dini, maka kedewasaan hukum akan tumbuh bersama mereka. Itulah investasi sosial kami,” tutup AKP Aston, meninggalkan Panti Al-Amanah dengan lambaian puluhan tangan kecil.
Romy Batara 94












Leave a Reply