EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

Sinergi Tanpa Sekat,porles OKU Selatan Kukuhkan “Sabuk Kamtibmas” Demi Daerah Damai dan Sejahtera

Muaradua 17/04/2026

Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan diperkuat lewat langkah kolaboratif. Kepolisian Resor (Polres) OKU Selatan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Apel Bersama dan Ikrar Sabuk Kamtibmas “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae”.

Apel berlangsung khidmat di halaman Mapolres OKU Selatan sejak pukul 08.00 WIB. Bertindak sebagai inspektur upacara, Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana, S.H., S.I.K., M.I.K., didampingi Wakil Bupati OKU Selatan Drs. H. Misnadi, M.Si.

Barisan peserta apel tampak lengkap. Jajaran Forkopimda hadir mulai dari perwakilan Kodim 0403/OKU, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, hingga DPRD. Turut serta Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Perhubungan, Kasat Pol PP, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, para camat se-OKU Selatan, seluruh kepala desa, ketua organisasi kemasyarakatan, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, hingga perwakilan media.

Apel bersama ini bukan sekadar seremoni. Kegiatan dirancang sebagai momentum mengikat komitmen seluruh elemen daerah. Puncaknya adalah pembacaan Ikrar “Sabuk Kamtibmas Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae” yang dipimpin Kapolres dan diikuti serentak oleh seluruh peserta.

Isi ikrar menegaskan empat poin: pertama, siap bersinergi menjaga kamtibmas; kedua, meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi gangguan keamanan; ketiga, menolak segala bentuk provokasi dan berita hoaks yang memecah belah; keempat, berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.

“Filosofi ‘Sabuk Kamtibmas’ adalah ikatan yang mengikat kita semua tanpa sekat. Polisi, TNI, Pemda, sampai RT/RW harus tersambung seperti sabuk yang melingkar menjaga Bumi Sriwijaya,” jelas AKBP I Made Redi Hartana dalam amanatnya.

Kapolres menegaskan, pola pengamanan modern tidak bisa hanya mengandalkan aparat. “Stabilitas kamtibmas adalah tanggung jawab kolektif. Kami mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi isu SARA, ujaran kebencian, atau politik identitas. Kalau ada gelagat mencurigakan, segera laporkan ke Bhabinkamtibmas, Babinsa, atau lewat Call Center 110,” tegasnya.

Ia menyebut, penguatan sinergi ini penting mengingat OKU Selatan akan menghadapi sejumlah agenda besar tahun 2026, mulai dari tahapan pemilu serentak, musim kemarau panjang yang rawan karhutla, hingga pergerakan ekonomi pascapanen. “Dengan komunikasi yang solid, potensi konflik bisa kita cegah sejak dini,” tambah Kapolres.

Wakil Bupati Drs. H. Misnadi, M.Si. yang turut menyampaikan sambutan mengapresiasi langkah Polres OKU Selatan. Menurutnya, konsep “Sabuk Kamtibmas” sangat relevan dengan karakter masyarakat OKU Selatan yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dan gotong royong.

“Pemkab OKU Selatan mendukung penuh. Tidak ada pembangunan yang berhasil tanpa rasa aman. Investor tidak akan masuk, wisatawan tidak akan datang, petani tidak tenang ke ladang kalau daerah tidak kondusif,” ujar Misnadi.

Wabup juga meminta para camat dan kepala desa menjadi ujung tombak. Setiap desa diminta mengaktifkan kembali Siskamling, memperkuat peran tokoh adat dalam mediasi konflik sosial, serta memaksimalkan fungsi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di tingkat kecamatan.

Perwakilan Dandim 0403/OKU yang hadir menyatakan TNI siap mendukung penuh ikrar tersebut. “Sinergitas TNI-Polri harga mati. Babinsa kami di 19 kecamatan siap berkolaborasi dengan Bhabinkamtibmas dan Pemdes,” ucapnya.

Ketua MUI OKU Selatan Ustadz H. M. Nurdin menambahkan, pihaknya akan membantu melalui dakwah kamtibmas di masjid-masjid. “Menjaga keamanan bagian dari ibadah. Kami imbau jamaah tabayyun sebelum menyebar informasi,” katanya.

Ketua KPU OKU Selatan juga menyambut positif. “Tahapan pemilu butuh situasi adem. Dengan ikrar ini kami lebih tenang bekerja,” ungkapnya.

Sebagai bukti keseriusan, kegiatan ditutup dengan pembacaan komitmen bersama dan penandatanganan ikrar di atas kain putih sepanjang 5 meter. Dimulai dari Kapolres, Wabup, unsur Forkopimda, diikuti kepala OPD, camat, perwakilan kades, tokoh agama, tokoh adat, ketua ormas, hingga perwakilan media.

Penandatanganan ini bukan simbolis belaka. Dokumen ikrar akan diturunkan menjadi rencana aksi di tiap kecamatan dan desa, dengan monitoring langsung oleh Bag Ops Polres OKU Selatan dan Kesbangpol.

Apel dan ikrar “Sabuk Kamtibmas Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae” diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi koordinasi tiga pilar—pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Tujuannya satu: memastikan OKU Selatan tetap aman, damai, sejahtera, dan “Aman Bae” untuk semua.

Romy Batara 94

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *