EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

RDP Diruang Komisi I DPRD OKU Berakhir Ricuh, Kuota SPMB Dipersoalkan hingga 38 Siswa

BATURAJA, OKU — Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di ruang Komisi I DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kamis (13/8/2026), berakhir ricuh. Rapat tersebut membahas persoalan kuota Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) serta program Bupati OKU berupa baju sekolah gratis. Suasana memanas setelah Kepala Dinas Pendidikan OKU, Kadrisman, memberikan tanggapan dengan nada emosi kepada peserta RDP.

RDP tersebut dihadiri sejumlah anggota DPRD OKU, di antaranya Naproni, Awal Pajri dan M. Saleh Tito. Sementara itu, Aliansi Masyarakat hadir untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mempertanyakan sejumlah kebijakan di bidang pendidikan yang dinilai perlu mendapatkan penjelasan dari Dinas Pendidikan Kabupaten OKU.

Dalam arahannya, M. Saleh Tito meminta seluruh pihak menjaga suasana RDP agar tetap aman dan kondusif. Ia meminta peserta memberikan kesempatan kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk menyampaikan penjelasan terlebih dahulu sehingga setiap persoalan dapat dibahas secara baik. “Kita tetap aman dan kondusif, kita dengarkan dulu tanggapan dari Kepala Dinas Pendidikan OKU,” ungkap Tito dalam rapat tersebut.

Pembahasan kemudian mengarah pada persoalan kuota SPMB di sejumlah sekolah. Aliansi Masyarakat mempertanyakan mekanisme penetapan kuota dan meminta agar Dinas Pendidikan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar penentuan jumlah penerimaan siswa. Persoalan tersebut menjadi perhatian karena menyangkut kesempatan masyarakat untuk mendapatkan akses pendidikan.

Selain kuota SPMB, program Bupati OKU terkait baju sekolah gratis juga menjadi salah satu pokok pembahasan dalam RDP. Masyarakat meminta kejelasan mengenai pelaksanaan program tersebut, termasuk sasaran penerima dan mekanisme penyalurannya. Mereka berharap program tersebut benar-benar direalisasikan secara transparan dan tepat sasaran serta dapat membantu meringankan beban orang tua siswa.

Ketegangan mulai terjadi saat Kepala Dinas Pendidikan OKU, Kadrisman, memberikan tanggapan terhadap sejumlah pertanyaan dan persoalan yang disampaikan Aliansi Masyarakat. Dalam suasana yang memanas, Kadrisman disebut melontarkan pernyataan dengan nada emosi. “Kalau kamu biso, atur lah oleh kamu,” ucap Kadrisman, sebagaimana disampaikan dalam forum RDP tersebut.

Pernyataan tersebut kemudian memicu reaksi peserta dan membuat suasana RDP semakin tegang hingga berujung ricuh. Di tengah perdebatan, peserta masyarakat tetap mempertanyakan persoalan kuota SPMB yang mereka nilai perlu mendapatkan jawaban secara jelas. Hingga menjelang berakhirnya RDP, persoalan tersebut belum sepenuhnya menemukan titik temu antara pihak masyarakat dan Dinas Pendidikan OKU.

Pada akhir RDP, salah satu peserta dari masyarakat menyerahkan bukti berupa berkas yang berkaitan dengan kuota penerimaan siswa di salah satu sekolah. Dalam berkas tersebut, peserta mempertanyakan jumlah kuota yang seharusnya 32 siswa, namun dalam pelaksanaannya tercatat menjadi 38 siswa. Bukti tersebut kemudian menjadi salah satu poin yang dipersoalkan masyarakat dan diharapkan dapat ditindaklanjuti DPRD OKU maupun Dinas Pendidikan untuk memastikan bagaimana sebenarnya mekanisme penetapan kuota tersebut.
(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *