OKU SELATAN 05/08/2026
Kekecewaan mendalam menyelimuti warga Desa Negeri Batin, Kecamatan Buay Sandang Aji. Jalan rabat beton akses vital menuju lahan perkebunan yang baru saja tuntas dibangun menggunakan Dana Desa 2026, kini sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan parah. Padahal pembangunan baru selesai satu bulan yang lalu.

Jalan ini adalah satu-satunya urat nadi ekonomi warga untuk mengangkut hasil panen ke pasar. Namun kenyataannya hari ini: permukaannya sudah berdebu parah, lapisan beton terasa lunak dan rapuh. Warga memprediksi jalan ini tak akan bertahan hingga tahun depan jika terus dibiarkan—apalagi saat musim hujan tiba.

Kecurigaan warga makin kuat saat muncul ketidaksesuaian data yang mencolok soal penggunaan material:
- Dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB): Tercantum kebutuhan 175 sak semen
- Keterangan perangkat desa: Yang benar-benar dipakai hanya sekitar 88 sak semen
- Pengakuan Kepala Desa: Mengklaim hanya membeli 95 sak semen
Perbedaan angka yang mencolok ini menimbulkan pertanyaan besar: Ke mana sisa semen yang dianggarkan? Apakah kualitas jalan dikorbankan demi memangkas biaya?
Salah satu warga yang enggan disebut namanya berkata dengan nada kecewa:
“Baru sebulan jadi sudah begini. Rasanya seperti bukan beton yang dipadatkan, tapi tanah yang disiram sedikit semen. Kami takut uang rakyat habis, tapi jalan tak bisa dipakai bertahun-tahun
Saat dikonfirmasi Senin (3/8/2026), Kepala Desa Negeri Batin membenarkan pekerjaan telah selesai. Menanggapi keraguan warga dan perbedaan data, ia justru memberikan pernyataan yang mengejutkan:
“Jalan sudah saya bangun. Terserah masyarakat, perangkat desa, maupun media. Mau diadukan silakan, mau dilaporkan ke mana saja silakan saja.”
Pernyataan terbuka itu justru makin memicu tanda tanya di kalangan warga—apakah ini bentuk keberanian karena bersih, atau justru sikap yang tidak lagi peduli pada kepercayaan masyarakat?
Masyarakat tak tinggal diam. Mereka meminta Inspektorat Kabupaten OKU Selatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta aparat penegak hukum segera bertindak tegas:
Periksa kesesuaian kualitas jalan dengan spesifikasi yang tertulis di kontrak
Telusuri kebenaran jumlah semen yang dibeli dan yang benar-benar dicurahkan ke proyek
Audit aliran dana Desa yang dialokasikan untuk pekerjaan ini
Jika terbukti ada pelanggaran, penyimpangan, atau kelalaian—proses hukum tanpa pandang bulu!
Warga juga berharap jika hasil pemeriksaan nanti justru membuktikan tidak ada pelanggaran, maka bukti itu harus disampaikan secara terbuka kepada seluruh masyarakat. “Kami cuma ingin kejelasan dan keadilan. Uang negara harus berbuah manis untuk rakyat, bukan jalan yang rapuh dan penuh tanda tanya,” tegas warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi maupun hasil pemeriksaan dari instansi berwenang. Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab dari semua pihak sesuai UU Pers.
Penulis
Romy Batara 94












Leave a Reply