Lampung Selatan – SMP PGRI 1 Palas menggelar rapat koordinasi bersama wali murid kelas VII dalam rangka persiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung di Kampus 1 SMP PGRI 1 Palas, Jumat (10/7/2026), menjadi langkah awal membangun sinergi antara pihak sekolah dan orang tua demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta berkarakter. Data sekolah menunjukkan SMP PGRI 1 Palas merupakan sekolah swasta di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan.
Sebanyak 154 wali murid menghadiri rapat dari total 169 undangan yang disebarkan pihak sekolah. Dalam pertemuan tersebut, Kepala SMP PGRI 1 Palas, Gumilang Hadi, S.Kom, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif dari orang tua.
Selain memperkenalkan seluruh guru dan tenaga kependidikan, pihak sekolah memaparkan secara rinci rangkaian kegiatan MPLS Ramah yang akan berlangsung mulai 13 hingga 17 Juli 2026, didahului kegiatan pra-MPLS pada 11 Juli dan ditutup pasca-MPLS pada 18 Juli 2026.
Mengusung tema “Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah”, kegiatan MPLS dirancang tidak sekadar memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk karakter peserta didik baru, mengenalkan budaya sekolah, memperkuat disiplin, serta membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.
Selama pelaksanaan MPLS, siswa akan memperoleh berbagai materi, mulai dari wawasan kebangsaan, pengenalan kurikulum, pendidikan karakter, literasi digital, pencegahan penyalahgunaan NAPZA dan perundungan (bullying), kegiatan kepramukaan, hingga pengenalan organisasi dan ekstrakurikuler sekolah.
Dalam rapat tersebut juga dijelaskan mengenai pelaksanaan asesmen pemetaan karakter dan kemampuan akademik siswa baru. Asesmen meliputi kondisi sosial-emosional, konsentrasi belajar, literasi membaca, numerasi, serta identifikasi bakat dan minat. Pihak sekolah menegaskan hasil asesmen digunakan sebagai dasar penyusunan strategi pembelajaran dan pengembangan potensi siswa, bukan untuk memberi label ataupun menentukan peringkat.
Materi rapat turut diisi sosialisasi Program Keluarga Harapan (PKH) yang menjelaskan pentingnya kehadiran siswa di sekolah sebagai salah satu syarat keberlanjutan bantuan pemerintah. Orang tua juga diingatkan untuk berperan aktif mengawasi kehadiran dan perkembangan pendidikan anak.
Di bidang kurikulum, sekolah memaparkan sistem pembelajaran, target capaian, pelaksanaan asesmen, hingga peluang prestasi melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Sementara bidang kesiswaan menekankan pentingnya keaktifan siswa dalam organisasi sekolah sebagai bekal pembentukan karakter sekaligus nilai tambah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Pada sesi administrasi, bendahara sekolah menjelaskan mekanisme daftar ulang serta penggunaan dana yang dialokasikan untuk kebutuhan administrasi, atribut siswa, pelaksanaan MPLS, dan kegiatan pembinaan lainnya. Sekolah juga menegaskan bahwa pembiayaan program yang belum terakomodasi dana BOSP akan didukung melalui anggaran komite sekolah secara proporsional.
Melalui rapat koordinasi ini, SMP PGRI 1 Palas berharap terbangun komunikasi yang kuat antara sekolah dan orang tua sehingga pelaksanaan MPLS Ramah 2026 dapat berjalan tertib, aman, edukatif, dan menjadi fondasi awal bagi peserta didik baru dalam memasuki dunia pendidikan tingkat SMP.
(Syrim)












Leave a Reply