EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

Kapolres I Made Redi Hartana:“Polisi Tak Cukup Jaga Aman, Harus Punya Hati untuk Berbagi

MUARADUA Media cetak Nasional Eternity news

Lapangan olahraga Mapolres OKU Selatan berubah jadi “dapur kurban” raksasa, Rabu 27/5/2026. Sejak subuh, personel berseragam cokelat sibuk. Bukan gelar perkara, tapi gelar tikar. Bukan borgol yang dipegang, tapi pisau sembelih dan timbangan daging.

 

Inilah cara Polres OKU Selatan merayakan Iduladha 1447 H. Sebanyak 30 hewan kurban disiapkan: 8 ekor sapi dan 22 ekor kambing. Angkanya bukan kaleng-kaleng untuk ukuran Polres di kabupaten.

 

Proses pemotongan dipusatkan di Mapolres. Polisi jadi panitia kurban. Ada yang menyembelih, menguliti, menimbang, membungkus. Semua tertib, penuh kebersamaan.

 

Yang menarik: dagingnya tidak numpuk di kota. “Kita sebar. Pondok pesantren dapat. Polsek jajaran di kecamatan ujung juga dapat. Biar bisa disalurkan ke warga sekitar yang membutuhkan,” jelas Kabag SDM Polres OKU Selatan.

 

Artinya, kurban Polres OKU Selatan menjangkau pelosok. Santri di pesantren, warga pra-sejahtera di desa, ikut kebagian.

 

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana, S.H., S.I.K., M.I.K. menegaskan, kurban adalah cara Polri merawat empati.

 

“Momentum Iduladha ini pengingat bagi kita semua tentang pentingnya berbagi dan peduli sesama. Melalui penyaluran hewan kurban, kami harap bisa memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat silaturahmi antara Polri dan masyarakat,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, ini bagian dari wajah Polri hari ini. “Polri harus hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya jaga keamanan dan ketertiban, tapi juga lewat kegiatan sosial dan kemanusiaan. Kalau rakyat lapar, tugas polisi belum selesai.”

 

Daging kurban tidak dibagi asal-asalan. Disalurkan bertahap ke penerima manfaat yang sudah didata Bhabinkamtibmas. Tujuannya satu: merata dan tepat sasaran.

 

“Senang Pak Polisi ingat kami. Dikasih daging, bisa makan enak sama keluarga pas Lebaran Haji,” kata Suminah, warga Kelurahan Batu Belang, sambil menunjukkan bingkisan plastik merah.

 

Lewat 8 sapi dan 22 kambing ini, Polres OKU Selatan ingin mengirim pesan: keamanan saja tidak cukup. Harus ada kebersamaan. Harus ada gotong royong.

 

Iduladha 1447 H di Mapolres OKU Selatan tutup dengan senyum. Senyum personel yang belepotan, senyum warga yang menenteng daging. Di situlah Iduladha menemukan makna terdalamnya: berbagi tanpa sekat.

 

Romy Batara 94

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *