EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

Ancaman Pidana berlapis Menanti Para Pelaku, Pasal 262(3) Jo 17(4) Jo 459 maks. 15 Tahun Penjara Menanti Pelaku² Pengroyokan Thd Sholeh Locus Delicti Parkiran Benang Raja Salatiga, Tempus Delicti 12 September 2026.

Kabupaten Semarang, 1 Oktober 2026

Ditemui Rekan rekan Wartawan mengenai pendapat hukuman kemungkinan pasal yang menjerat para pelaku pengroyokan terhadap M. Sholeh Abdullah Ali R Anggota FERADI WPI yang menjadi korban tanggal 12 September 2026 lalu dengan TKP parkiran Toko Benang Raja Salatiga. Dimana kondisi Sholeh saat ini dinyatakan dokter mengalami kebocoran pada paru parunya dan harus dipasang selang untuk mengerluarkan cairan putih seperti nanah dari paru parunya yang bocor dan belum bisa bekerja hingga saat ini karena masih masa pengobatan.

 

“Miris, bahwa kejadian yang dialami M. Sholeh Abdullah Ali R Anggota FERADI WPI, berdasarkan rekaman CCTV yang beredar luas ketika Sholeh mengalami pukulan bertubi tubi yang sangat keji dan sadis dengan linggis besi. Dan berakibat bocornya paru paru dan cacat seumur hidup harus hidup dengan selang. Dan sampai sekarang masi dirawat di Rumah Sakit. Maka saya Agus Polenk Selaku ketua tim Advokasi Sholeh yakin nantinya pasal yang tepat untuk menjerat para pelaku adalah

 

  • Pasal 262 terkait pengroyokannya

Melakukan Kekerasan terhadap Orang atau Barang secara Bersama-sama Di Muka Umum

 

Dan

 

  • Pasal 17 ayat 4

Percobaan melakukan Tindak Pidana yang diancam

dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup,

dipidana dengan pidana penjara paling lama

15 (lima belas) tahun.

 

Dan

 

  • Pasal 459 KUHP

 

Setiap Orang yang dengan rencana terlebih dahulu

merampas nyawa orang lain, dipidana karena pembunuhan

berencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur

hidup atau pidana penjara paling lama 2O (dua puluh) tahun.

 

Saya yakin baik Penyidik Polres Salatiga maupun Jaksa Penuntut Umum akan menerapkan pasal pasal yang tepat, sehingga maksimalnya hukuman para pelaku bisa mencapai 15 Tahun karena diduga memenuhi unsur percobaan pembunuhan berencana, dengan dugaan senjata linggis besi sengaja direncanakan dibawa dari rumah oleh para pelaku ke lokasi TKP parkiran benang raja Salatiga untuk kemudian dihantamkan ber tubi tubi dengan sadis ke Korban ( sholeh ).

 

Ujar Agus Polenk., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX. Ketua Tim Advokasi Dari Subur Jaya Lawfirm – FERADI WPI yang menangani Perkara Sholeh.

 

Sholeh sempat mengenali para pelaku. “Terduga pelaku adalah Fujiyanot (alias Yanto Pethak) dan anaknya Christabel Riko Aditama. Saya mengenal mereka,” kata Sholeh dalam kondisi lemah.

 

Catatan Redaksi: Redaksi media ini menyatakan bahwa pemberitaan disusun secara berimbang dan membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait, sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *