EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

TUMPAHAN PASIR PROYEK RSUD MENGANCAM NYAWA! JALAN POROS SIMPANG JAMBU , WARGA TUNTUT TANGGUNG JAWAB PT HK

MUARADUA 19/08/2026

Keselamatan warga seolah dinomor duakan demi kelancaran proyek. Jalan poros utama menuju Polres OKU Selatan di kawasan Simpang Jambu kini berubah menjadi jalur maut, menyusul maraknya tumpahan pasir dan material bangunan yang diduga berasal dari armada pengangkut milik kontraktor pelaksana pembangunan RSUD Muaradua, PT Hutama Karya (HK).

Tumpahan pasir tidak hanya menutupi badan jalan, melainkan juga berserakan di tebing dan area turunan curam. Kondisi ini sangat licin dan mematikan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas setiap hari. Warga pun mulai gelisah dan menyuarakan kekhawatirannya secara lantang.

“Sudah banyak pengendara terpeleset dan jatuh di sini. Kalau dibiarkan terus, kapan harus menunggu ada yang luka parah sampai tewas baru ditangani? Ini sangat membahayakan nyawa kami,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya dengan nada marah dan cemas.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten OKU Selatan, Zainal Abidin, S.M., bahkan terpaksa turun tangan sendiri membersihkan area tersebut. “Pada Minggu, 16 Agustus 2026, jajaran kami sudah turun melakukan penyiraman dan pembersihan. Kami khawatir terjadi kecelakaan fatal di jalur ramai ini. Namun sungguh disayangkan, hanya berselang dua hari, tepatnya Senin 17 Agustus 2026, pasir itu kembali berserakan di tempat yang sama. Seolah peringatan dan upaya kami tidak digubris sama sekali,” tegas Zainal.

Menanggapi keluhan yang memuncak ini, awak media berupaya meminta tanggung jawab langsung kepada pimpinan PT HK PRB melalui pesan tertulis. Pihak kontraktor hanya berjanji akan mengecek dan berkoordinasi. “Baik Pak, kami periksa dulu dan akan berkoordinasi agar tidak ada material yang tercecer lagi,” jawab pihak PT HK secara singkat.

Namun, hingga berita ini diturunkan, janji tersebut belum terlihat buktinya di lapangan. Tumpahan pasir masih terlihat jelas mengancam keselamatan pengguna jalan. Warga menuntut agar pihak kontraktor segera menutup rapat muatan kendaraannya, bertanggung jawab membersihkan lokasi secara berkelanjutan, dan tidak mengorbankan keselamatan umum demi kepentingan proyek. Awak media akan terus memantau langkah nyata pihak terkait.

Penulis
Romy Batara 94

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *