EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

ROKOK ILEGAL MERAJALELA DI BUANA PEMACA & BUAY PEMACA: SALES BERKELILING BEBAS SEAKAN-KEBAL HUKUM — SIAPA YANG MELINDUNGI?

BUAY PEMACA & BUANA PEMACA, OKU SELATAN – Peredaran rokok tanpa cukai di dua kecamatan ini ternyata bukan sekadar dijual di warung atau toko. Faktanya lebih mengkhawatirkan: para pengedar yang berperan sebagai tenaga penjualan atau “sales” berkeliling bebas dari desa ke desa, menawarkan barang secara langsung ke para pedagang, seolah tidak ada hukum yang berlaku. Mereka lewat, menawarkan, mengantar barang, dan pergi

Banyak yang mengira toko atau warunglah sumbernya. Padahal kenyataannya berbeda. Para pengedar ini bergerak sistematis: berkeliling menggunakan kendaraan, mendatangi satu per satu tempat usaha, menawarkan rokok dengan harga jauh di bawah pasaran, lalu mengantarnya dalam jumlah tertentu.

“Bukan kami yang cari. Mereka yang datang sendiri. Naik motor, bawa barang, tawarkan ke kami. Harganya murah sekali, jadi kami ambil. Mereka lewat setiap hari, bebas saja,” ungkap seorang pemilik warung yang enggan disebutkan namanya.

Ini menunjukkan adanya jaringan distribusi yang terstruktur dan terorganisir, bukan sekadar penjualan eceran biasa.

Yang membuat warga bertanya-tanya adalah kebebasan bergerak para pengedar ini. Mereka berkeliling di siang hari, di tempat ramai, dikenal oleh banyak orang — namun hingga kini belum ada satu pun yang diamankan atau ditindak tegas.

“Semua orang tahu siapa mereka. Warga desa pun mengenali motor dan wajahnya. Tapi kenapa tidak pernah ada yang berani menghentikan? Seakan-akan mereka punya kekebalan khusus di wilayah ini,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Kesannya, hukum seolah tidak berlaku bagi kelompok ini. Padahal peredaran rokok tanpa pita cukai adalah pelanggaran yang jelas dan dapat dikenakan sanksi pidana.

Fakta bahwa mereka dapat beroperasi secara teratur, terus-menerus, dan tanpa gangguan sedikit pun memunculkan dugaan mendasar: apakah ada pihak tertentu yang melindungi peredaran ini?

Pertanyaan ini kini bergema di mulut warga:

  • Ke mana hasil keuntungan dari peredaran besar ini mengalir?
  • Siapa yang memberi rasa aman sehingga mereka berani berkeliling terang-terangan?

Rokok ilegal ini tidak hanya merugikan pendapatan negara yang seharusnya kembali untuk pembangunan daerah, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat karena kualitas dan kandungannya tidak terjamin.

Tidak boleh ada warga yang merasa lebih berkuasa daripada hukum. Tidak boleh ada yang kebal pengawasan. Warga Buay Pemaca dan Buana Pemaca berhak mendapatkan lingkungan yang aman, sehat, dan tertib.

Penulis: Romy Batara 94
Sumber: Liputan Lapangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *