Indramayu, Eternitynews.id
Seharusnya program dari pemerintah di jalankan serta terealisasi dengan benar sesuai apa yang tertera dalam RAB dan secara spesifikasi pekerjaan akan tetapi sebelum program Irpom di mulai tapi disinyalir sudah ada pungutan atau potongan oleh oknum Camat dan KTNA terkait anggaran yang sudah diglontorkan oleh pemerintah hal ini penjelasan atau apa yang telah disampaikan dari kelompok tani Al Badar desa jaya Mulya, kecamatan Kroya, kabupaten Indramayu Jawa barat apa yang sudah diberitakan edisi 16/6/2026 ” Anggaran tahun 2026 dari pemerintah berupa IRPOM di duga jadi Bancakan oleh oknum”.
Konfirmasi (17/6/2026) dengan Plt.Camat Kroya H.Cahyandi, SKM, M.H diruang kerjanya menyatakan,” terus terang saya tidak terlibat bahkan tidak tahu terkait ada pungutan/potongan dari perkelompok tani pada program Irpom kotahun 2026 apa yang telah diberitakan pada edisi 16/6/2026 keterangan dari salah satu kelompok tani Al Badar desa jayamulya itu yang telah mencatut nama camat Kroya, kalaupun ada rencana juga kami akan monitoring ke semua kelompok tani apakah programnya sudah dilaksanakan dengan baik atau belum, program yang akan dikerjakan itu bersifat monitoring saja kami lakukan dan mengenai ada tuduhan dari kelompok tani itu tidak benar” terangnya.
keterangan dari kepala UPTD pertanian kecamatan gabuswetan dan Kroya Tiryono melalui pesansingkat WasttApp (17/6/2026) 14.05 ” sy mau konfirmasi utk berita edisi kedua pak UPTD skrg sy ada di kntr UPTD kroya” jwb “sy lg di dinas pak insyaallah besok ngantor di Kroya” ok sy tunggu jam brp pak ” tidak ada jawaban dan (17/6/2026) 10.22 wib tanya lagi “pak UPTD sy sdh nunggu di kantor jam brp nyampe di kantornya” dg jwbn ” kitae dau metu sg kantor pak”( saya nya baru saja keluar dari kantor pak) lg muter2 daerah gabus. ” jadi gimana terkait dg pungutan program irpom itu benar apa sdh ada rekom dri UPTD apa tdk mohon penjelasannya” jwbn (19/6//2026) “Terkait dgn diatas tidak ada pa sy krng tahu” tuturnya.
(S.prant)












Leave a Reply