EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

MAKAN BERLEBIHAN JADI PENYEBAB MUAL SISWA, YAYASAN JAYA ABADI BERI KLARIFIKASI TRANSPARAN

OKU SELATAN

Tiga siswa SMP NU Simpang Serakat, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, dilaporkan mengalami keluhan mual setelah mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan Yayasan Jaya Abadi Prakasa melalui Seksi Pengelolaan Pangan Gratis (SPPG) Srimenanti, Rabu (30/10/2026). Kejadian ini memicu perhatian, namun hasil pemeriksaan medis membuktikan makanan bukan penyebabnya.

Menyikapi laporan tersebut, Ketua SPPG Yayasan Jaya Abadi H. Junaidi, S.E. bersama Kepala SPPG M. Ricko Andika Saputra, S.H., Pengawas Gizi Lailawati, Perwakilan Yayasan Nofri Boni, dan Asisten Lapangan Hendri Syahrial segera turun ke lokasi guna melakukan klarifikasi sekaligus memastikan kondisi para siswa.

Tim yayasan beserta pihak sekolah membawa ketiga siswa yang mengalami keluhan ke Puskesmas Buay Pemaca untuk pemeriksaan medis. Hasil pemeriksaan tenaga kesehatan menyatakan tidak ditemukan indikasi bahwa makanan program MBG menjadi pemicu rasa mual yang dialami siswa-siswa tersebut.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, dua dari tiga siswa memang sudah dalam kondisi fisik kurang prima sebelum mengikuti kegiatan makan bersama. Namun faktor utama yang memicu keluhan adalah kebiasaan makan yang berlebihan.

“Setiap siswa sebenarnya sudah mendapat satu porsi makanan lengkap. Namun pada kejadian ini, para siswa meminta tambahan porsi kepada guru yang bertugas, sehingga mengonsumsi lebih dari jumlah yang dianjurkan. Kondisi inilah yang kemudian membuat mereka merasa mual hingga muntah,” ungkap H. Junaidi saat dikonfirmasi awak media.

Junaidi menegaskan mutu makanan tetap terjaga dan diawasi ketat. “Makanan yang disajikan sudah melalui pemeriksaan gizi dan higienitas oleh tim kami. Masalah ini bukan soal kualitas makanan, melainkan soal porsi yang dikonsumsi berlebihan,” tambahnya.

Tak berhenti di pemeriksaan medis, pihak yayasan juga mendatangi rumah ketiga siswa tersebut untuk menjelaskan langsung kepada orang tua. Langkah ini diambil guna mewujudkan keterbukaan dan membangun kepercayaan bersama masyarakat.

Salah satu wali murid menyampaikan apresiasinya atas sikap proaktif pihak yayasan. “Kami menjadi paham bahwa masalahnya bukan pada makanan, melainkan karena anak makan melebihi porsi. Kami sangat menghargai perhatian dan penjelasan yang diberikan secara langsung,” ujarnya.

Kini ketiga siswa telah kembali sehat dan beraktivitas seperti biasa. Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dengan pengawasan ketat, serta diimbau agar pihak sekolah senantiasa mengawasi porsi makan siswa agar tetap sesuai anjuran gizi.

Penulis
Romy Batara 94

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *