EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

Lapas Kalianda Terapkan Transaksi Non Tunai, Dorong Transparansi dan Modernisasi Layanan

Kalianda, Eternitynews.id-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan dengan menghadirkan inovasi berbasis digital. Salah satu langkah nyata yang kini diterapkan adalah sistem transaksi non tunai menggunakan kartu BRIZZI di lingkungan lapas. (6/5/2026)

Kebijakan ini memungkinkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melakukan berbagai transaksi layanan internal, seperti pembayaran barbershop dan laundry, tanpa menggunakan uang tunai. Seluruh proses kini dilakukan secara elektronik, memberikan kemudahan sekaligus efisiensi dalam aktivitas sehari-hari di dalam lapas.

Penerapan sistem non tunai ini menjadi bagian dari strategi digitalisasi layanan pemasyarakatan yang bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan transparan. Dengan sistem elektronik, setiap transaksi dapat tercatat secara otomatis, sehingga mempermudah pengawasan dan mengurangi potensi penyimpangan yang kerap terjadi dalam penggunaan uang tunai.

Tidak hanya itu, langkah ini juga mendukung tertib administrasi serta memperkuat akuntabilitas pengelolaan layanan di dalam lapas. Digitalisasi dinilai mampu menjadi solusi dalam membangun tata kelola yang lebih modern dan profesional di lingkungan pemasyarakatan.

Meski demikian, implementasi sistem ini tetap memerlukan kesiapan dari berbagai aspek, mulai dari pemahaman warga binaan terhadap penggunaan kartu elektronik hingga kesiapan infrastruktur pendukung. Edukasi dan pendampingan menjadi faktor penting agar sistem dapat berjalan optimal dan merata.

Pihak Lapas Kalianda menegaskan bahwa inovasi ini bukan sekadar perubahan metode transaksi, tetapi bagian dari transformasi layanan yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan teknologi, diharapkan tercipta lingkungan lapas yang lebih humanis, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna layanan.

Ke depan, Lapas Kalianda berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan bagi warga binaan, tetapi juga menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lainnya dalam mendorong reformasi layanan berbasis digital.

(Syahrim / WP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *