EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

Kapal Nelayan Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda, Satu Nelayan Hilang, Operasi SAR Berpacu dengan Cuaca

Lampung Selatan, 5 Mei 2026, Eternitynews.id-Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Sebuah kapal nelayan dilaporkan ditabrak kapal kargo pada Selasa (5/5) dini hari, mengakibatkan satu orang nelayan hilang dan hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Insiden tragis tersebut melibatkan kapal nelayan KM Bima Suci yang sebelumnya berangkat melaut pada Senin (4/5) sekitar pukul 08.00 WIB dari wilayah tangkapan ikan di perairan Merak Belantung. Kapal itu membawa empat orang awak.

Namun nahas, sekitar pukul 03.00 WIB, kapal nelayan tersebut ditabrak kapal kargo di perairan Kalianda. Benturan keras di tengah gelapnya malam diduga membuat salah satu awak, Ajum (53), terjatuh ke laut dan hilang. Tiga awak lainnya berhasil selamat.

Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung dari Polairud Pandegelang pada pukul 12.40 WIB. Respon cepat dilakukan dengan mengerahkan tim rescue dari Pos SAR Bakauheni yang diberangkatkan pukul 13.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 14.10 WIB.

Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan dan melakukan penyisiran di sekitar titik dugaan korban jatuh. Upaya pencarian dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Basarnas, Ditpolairud Polda Lampung, Polairud Polres Lampung Selatan, Pos TNI AL Kalianda, hingga nelayan setempat.

Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, menegaskan bahwa seluruh sumber daya telah dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian.

“Kami mengoptimalkan seluruh unsur dan peralatan yang ada dalam operasi SAR ini. Koordinasi lintas instansi juga terus kami perkuat agar pencarian korban dapat berjalan maksimal,” ujarnya.

Namun, hingga pukul 17.45 WIB, hasil pencarian masih nihil. Operasi terpaksa dihentikan sementara akibat hujan lebat yang mengganggu jarak pandang dan membahayakan keselamatan tim di lapangan.

Operasi SAR dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Rabu (6/5) pukul 07.00 WIB, memasuki hari kedua pencarian.

Sorotan: Keselamatan Pelayaran Kembali Dipertanyakan

Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden laut di perairan Selat Sunda dan sekitarnya, yang dikenal sebagai jalur padat pelayaran. Minimnya penerangan, keterbatasan alat navigasi pada kapal nelayan tradisional, serta tingginya lalu lintas kapal besar menjadi kombinasi risiko yang kerap berujung kecelakaan.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait identitas kapal kargo yang menabrak maupun penyebab pasti tabrakan. Aparat terkait diharapkan segera melakukan investigasi menyeluruh, termasuk kemungkinan kelalaian atau pelanggaran prosedur keselamatan pelayaran.

Di sisi lain, keluarga korban masih menunggu kabar dengan harap-harap cemas, sementara tim SAR berpacu dengan waktu dan kondisi cuaca untuk menemukan Ajum.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa aspek keselamatan di laut, khususnya bagi nelayan kecil, masih membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

( Syrm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *