EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

JEMBATAN NYAWA DI UJUNG TANDUK: WARGA SUKARAMI GERUDUK KEJARI, DESAK USUT TUNTAS DUGAAN KORUPSI DANA DESA

MUARADUA, OKU SELATAN – Kesabaran warga Desa Sukarami habis. Puluhan warga, Selasa, 2026, menggeruduk Kantor Kejaksaan Negeri OKU Selatan. Tuntutannya satu: usut tuntas dugaan korupsi dana desa yang membuat jembatan penghubung desa mereka kini terancam ambruk.

Kedatangan massa ini bukan tanpa sebab. Jembatan yang menjadi nadi ekonomi dan akses anak sekolah itu mangkrak pembangunannya. Besi-besi berkarat, lantai retak, dan tiang penyangga mulai miring. Warga menyebut ini buah dari dugaan penyelewengan anggaran.

“Kami datang bukan untuk demo, tapi menagih nyawa. Kejari jangan diam. Setiap hari anak kami lewat jembatan itu. Kalau ambruk, siapa tanggung jawab?” tegas Zaini, perwakilan warga, dengan suara bergetar menahan emosi di depan lobi Kejari.

Warga mensinyalir, anggaran pembangunan jembatan dari Dana Desa sudah cair. Namun fisik di lapangan jauh dari kata layak. Proyek berhenti tanpa kejelasan, meninggalkan konstruksi setengah jadi yang kini membahayakan.

“Korban sudah di depan mata. Petani tak bisa angkut hasil panen. Ambulans takut lewat. Ini bukan lagi soal administrasi, ini soal kemanusiaan,” tambah Zaini.

Warga mendesak Kejari OKU Selatan tidak sekadar menerima laporan. Mereka menuntut:
1. Audit investigatif terbuka atas seluruh alur Dana Desa Sukarami TA 2024-2025.
2. Tetapkan tersangka jika terbukti ada kerugian negara. Jangan ada tebang pilih.
3. Dorongan percepatan agar sisa dana bisa diselamatkan untuk memperbaiki jembatan sebelum jatuh korban.

Desakan ini sekaligus menjadi tes bagi integritas Kejari OKU Selatan. Publik mengawasi. Di tengah gencarnya instruksi Presiden memberantas korupsi hingga ke desa, kasus Sukarami jadi pertaruhan: apakah hukum tajam ke bawah atau tumpul ke atas?

“Jangan sampai jembatan ambruk dulu baru APH bergerak. Jangan sampai warga dipaksa mencari keadilan dengan cara sendiri,” tutup Zaini.

Warga berjanji akan kembali dengan massa lebih besar jika dalam 14 hari tidak ada perkembangan signifikan. Bola panas kini ada di tangan Kejari OKU Selatan.

Romy Batara 94

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *