Lampung Selatan, Eternitynews.id Peristiwa kebakaran mengejutkan terjadi di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren MUS Roudhotussholihin, Desa Bumirestu, Kecamatan Palas, Kamis (malam) sekitar pukul 19.30 WIB. Insiden ini berlangsung saat masyarakat dan para santri tengah melaksanakan sholat Isya berjamaah, menambah suasana panik di tengah kekhusyukan ibadah.23/4/2026.
Api pertama kali diketahui muncul dari gudang penyimpanan berkas milik yayasan. Menurut pengurus pondok, Zuhad, kobaran api terlihat tiba-tiba membesar dari dalam gudang. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. “Kami baru akan memulai sholat Isya, tiba-tiba ada yang berteriak ada api. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materi,” ungkapnya.
Dalam waktu singkat, api melahap seluruh isi bangunan gudang. Sejumlah dokumen penting administrasi sekolah dari tingkat MI hingga MTs Ma’arif tidak dapat diselamatkan. Bahkan, beberapa Al-Qur’an yang tersimpan di lokasi turut hangus terbakar. Tak hanya itu, bangunan pos satpam yang berada di sekitar gudang juga ikut terdampak.
Warga bersama para santri bergerak cepat melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya seperti ember dan selang air sederhana. Semangat gotong royong menjadi kunci dalam upaya penanganan awal, hingga akhirnya api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 30 menit sebelum menjalar ke bangunan utama pondok pesantren yang letaknya bersebelahan.
Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Lampung Selatan kemudian tiba di lokasi dengan dua unit armada sekitar setengah jam setelah kejadian. Petugas langsung melakukan proses pendinginan dan memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali.
Kepala Desa Bumirestu, Sukiman, mengaku terkejut atas kejadian tersebut yang terjadi di waktu ibadah. Ia segera berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan. “Saya langsung menghubungi pihak kecamatan, Polsek, dan Danramil. Mobil Damkar sedang meluncur saat itu,” ujarnya.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya listrik, khususnya di lingkungan pendidikan dan tempat ibadah yang memiliki aktivitas padat.
Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan pendataan lebih lanjut terhadap kerugian serta evaluasi sistem keamanan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
(Syahrim)













Leave a Reply