EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

EMPAT HARI PENANTIAN BERAKHIR DUKA Khenzi Ditemukan Tersangkut di Tumpukan Sampah dan Bambu, Tangis Pecah di Tepi Way Pisang

LAMPUNG SELATAN – Empat hari penuh harap dan doa akhirnya berujung duka. Khenzi Gunawan (6), bocah yang hanyut terseret arus Sungai Way Pisang di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 11.45 WIB.

Penemuan jasad korban mengakhiri operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan tim gabungan, aparat pemerintah, relawan, dan masyarakat setempat sejak peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu (6/6/2026). Selama empat hari, berbagai upaya dilakukan tanpa mengenal waktu, menyusuri aliran sungai, menyisir tepian, hingga menyelam di titik-titik yang dicurigai.

Korban ditemukan dalam kondisi tersangkut di antara tumpukan sampah dan rumpun bambu yang menumpuk pada sebuah jembatan beton roboh di Dusun 01, Desa Palas Aji. Lokasi tersebut berada tidak jauh dari area yang selama ini menjadi fokus pencarian tim gabungan karena dianggap berpotensi menjadi titik tersangkutnya benda yang terbawa arus sungai.

R.Fendi, warga Dusun Muara Badas, Desa Bangunan, yang turut membantu pencarian, menjadi salah satu orang pertama yang menemukan keberadaan korban. Saat melakukan penyisiran di dasar sungai, ia merasakan bagian tubuh korban di balik tumpukan sampah yang mengendap di dalam aliran sungai.

“Saya sempat menyentuh bagian tubuhnya. Setelah itu saya langsung memberi tahu warga lainnya dan meminta agar tumpukan sampah tersebut dibersihkan supaya bisa dipastikan,” ujar Fendi kepada wartawan Eternitynews.

Temuan tersebut langsung memicu gerakan spontan warga yang bergotong royong membersihkan tumpukan sampah menggunakan alat seadanya. Setelah area mulai terbuka, Amin Syahroni atau Alex kemudian melakukan penyelaman untuk memastikan keberadaan objek yang ditemukan.

Upaya evakuasi tidak berlangsung mudah. Alex mengaku telah memegang tubuh korban di dalam air, namun jasad Khenzi terjepit kuat di antara rumpun bambu yang tersangkut pada konstruksi jembatan roboh. Kondisi tersebut membuat proses pengangkatan harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan kesulitan tambahan.

“Saya sudah memegang tubuh korban, tetapi posisinya terjepit bambu. Akhirnya saya meminta bantuan satu orang lagi untuk bersama-sama mengangkat dan mengeluarkannya,” kata Alex.

Setelah perjuangan yang cukup berat, jasad korban akhirnya berhasil dievakuasi dari lokasi. Tangis haru dan duka pecah di tepi sungai ketika warga menyaksikan tubuh bocah yang selama empat hari dicari tanpa henti itu berhasil ditemukan. Jenazah kemudian diterima oleh Iskandar dan dibawa ke tepian sungai sebelum diantar menuju rumah duka menggunakan sepeda motor oleh Kepala Desa Palas Aji, Herri Susanto, bersama petugas pemadam kebakaran.

Kepala Desa Palas Aji, Herri Susanto, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pencarian. Menurutnya, solidaritas yang ditunjukkan masyarakat dan berbagai unsur yang terlibat menjadi bukti kuatnya rasa kemanusiaan dalam menghadapi musibah.

“Alhamdulillah kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang siang dan malam membantu pencarian. Mulai dari masyarakat, Basarnas, Damkar, Polsek, Koramil, Satpol PP, Banser NU, relawan, dan semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu. Kami juga menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” ujar Herri.

Peristiwa ini tidak hanya menyisakan luka mendalam bagi keluarga Khenzi, tetapi juga menjadi pengingat tentang bahaya aliran Sungai Way Pisang yang dapat berubah menjadi sangat berbahaya saat debit air meningkat. Tragedi ini sekaligus membuka perhatian terhadap kondisi sungai yang dipenuhi tumpukan sampah dan material bambu yang berpotensi menjadi perangkap mematikan bagi siapa saja yang hanyut terbawa arus.

Dengan ditemukannya Khenzi Gunawan, operasi pencarian resmi dinyatakan berakhir. Namun bagi keluarga dan masyarakat Desa Palas Aji, duka atas kepergian bocah tersebut akan menjadi kenangan panjang yang sulit dilupakan. Empat hari penantian yang penuh harapan akhirnya berakhir, tetapi meninggalkan kesedihan mendalam di hati seluruh warga yang mengikuti perjuangan pencarian sejak hari pertama.

(Syrm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *