LAMPUNG SELATAN, Eternitynews.id Upaya memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkotika terus digencarkan di Kabupaten Lampung Selatan. Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lampung Selatan meresmikan Desa BENAR (Bebas Narkoba) di Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro, Senin (15/6/2026). Program ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pencegahan narkoba berbasis masyarakat hingga ke tingkat desa.
Peresmian Desa BENAR dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Waka Polres Lampung Selatan Kompol Made Silpa Yudiawan, unsur Forkopimda, BNNK Lampung Selatan, Camat Candipuro, kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, Karang Taruna, serta para pemuda. Kehadiran berbagai elemen tersebut menegaskan bahwa perang terhadap narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Ikrar Desa Bebas Narkoba yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Trimomukti. Ikrar tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika yang dapat merusak tatanan sosial dan masa depan generasi muda.
Komitmen itu kemudian diperkuat melalui penandatanganan kesepakatan bersama antara pemerintah desa, aparat penegak hukum, dan unsur masyarakat. Kesepakatan tersebut menjadi landasan kolaboratif dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta bebas dari pengaruh narkoba yang selama ini menjadi ancaman serius bagi bangsa.
Puncak acara berlangsung khidmat saat Wakil Bupati Lampung Selatan bersama Waka Polres Lampung Selatan dan Kepala Desa Trimomukti melakukan pemukulan gong sebagai tanda resmi lahirnya Desa BENAR. Momentum ini menjadi tonggak baru dalam memperkuat gerakan pencegahan narkoba berbasis desa di wilayah Lampung Selatan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar menegaskan bahwa narkotika merupakan ancaman nyata yang tidak hanya merusak individu, tetapi juga dapat menghancurkan ketahanan keluarga, mengganggu stabilitas sosial, serta mengancam masa depan generasi penerus bangsa. Karena itu, upaya pencegahan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, BNN, dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, tokoh agama, hingga keluarga sebagai garda terdepan pembinaan karakter anak.
Menurutnya, Desa Trimomukti layak menjadi contoh bagi desa lain karena selama ini dikenal sebagai wilayah yang belum pernah ditemukan kasus narkoba. Prestasi tersebut menjadi modal sosial yang kuat untuk membangun sistem pengawasan dan pencegahan yang berkelanjutan. Ia berharap keberhasilan itu dapat dipertahankan sekaligus menginspirasi desa-desa lain dalam menciptakan lingkungan yang tangguh terhadap ancaman narkotika.
Sementara itu, Kompol Made Silpa Yudiawan menegaskan bahwa posisi strategis Lampung Selatan sebagai gerbang Pulau Sumatera menjadikan wilayah ini rawan terhadap peredaran gelap narkotika. Oleh karena itu, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mendeteksi, mencegah, dan memutus mata rantai peredaran narkoba. Ia berharap Desa BENAR Trimomukti dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang efektif dan direplikasi di seluruh wilayah Lampung Selatan sebagai benteng bersama dalam menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkotika.
(Syahrim)












Leave a Reply