MUARADUA, 25/05/2026
Media Cetak Nasional/striming Tv Eternity news
Tak ada jarak antara pemimpin dan rakyat. Minggu pagi 24/5/202], Bupati OKU Selatan Abusama, S.H. memilih duduk lesehan di tikar bersama warga Desa Tanjung Sari, Buay Pemaca dan Desa Tunas Jaya, kecamatan Buana Pemaca.
Momen itu terjadi di pengajian rutin bulanan dua desa. Suasana khidmat, penuh keakraban. Orang nomor satu di Bumi Serasan Seandanan itu hadir bukan sekadar seremonial, tapi benar-benar menyatu dengan denyut nadi masyarakat.
Bupati tak datang sendiri. Rombongan pejabat teras ikut mendampingi: Ketua TP PKK OKU Selatan, Asisten II, Kadis Pendidikan, Kadis Sosial, Kadis Kesehatan, Kasat Pol PP, Kadis Kominfo, Kabag Ekonomi, Kabag Kesra. Camat Buay Pemaca dan Buana Pemaca, Kades Tanjung Sari, Kades Tunas Jaya, tokoh agama, dan tokoh masyarakat tumpah ruah di lokasi.
Kehadiran lengkap ini jadi sinyal: Pemkab OKU Selatan menempatkan penguatan akar rumput sebagai prioritas. Desa bukan objek, tapi subjek pembangunan.
Di mimbar pengajian, Abusama menyampaikan apresiasi tinggi. Tradisi pengajian bulanan dinilainya sebagai benteng sosial yang mahal harganya.
“Pengajian rutin seperti ini kegiatan positif yang harus terus dijaga. Selain menambah ilmu agama, juga memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat,” tegas Bupati di hadapan jemaah.
Ia menitipkan pesan khusus: rawat terus nilai kebersamaan, kerukunan, dan semangat gotong royong. Sebab dari desa yang harmonis, lahir daerah yang kondusif. Dari daerah yang kondusif, lahir pembangunan yang maju.
Usai tausiah, suasana mencair. Bupati tak langsung pulang. Ia berbaur, menyalami warga satu per satu, duduk melingkar untuk dialog gayeng. Isu yang dibahas pun membumi: kondisi jalan desa, program kesehatan, bantuan sosial, hingga harapan petani soal harga komoditas.
“Pak Bupati mau dengar langsung keluh kesah kami. Ini yang bikin kami semangat. Merasa diperhatikan,” ujar salah satu tokoh masyarakat Tunas Jaya.
Bagi warga Tanjung Sari dan Tunas Jaya, kehadiran Bupati jadi suntikan motivasi. Bukti bahwa pemerintah hadir, tidak hanya saat kampanye.
Rangkaian pengajian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan daerah dan kemakmuran rakyat OKU Selatan. Dilanjutkan ramah tamah, menikmati hidangan sederhana khas desa.
Dari mimbar pengajian di pelosok Buay Pemaca dan Buana Pemaca, pesan itu jelas: membangun OKU Selatan tak bisa dari atas meja saja. Harus turun, dengar, dan bergerak bersama rakyat.
Karena persatuan yang dirawat di surau dan balai desa, adalah modal terbesar menuju Serasan Seandanan yang lebih sejahtera.
Romy Batara 94












Leave a Reply