Indramayu, Eternitynews.id
Oleh: Sukamto,S.H
Ketua Panitia Pemekaran Kabupaten Indramayu Barat.
Sahabat seperjuangan PPKIB ,
Perjuangan pembentukan Kabupaten Indramayu Barat bukanlah perjuangan sehari, seminggu atau setahun. Tapi faktanya adalah ikhtiar panjang bahkan lelah yang telah ditempuh oleh banyak tokoh, ulama, akademisi, budayawan, kepala desa, pemuda, dan masyarakat Indramayu Barat sejak awal sampai lebih dari 25 tahun yang lalu. Bermula dengan adanya UU No 5 Thn 1974, UU No.32 Tahun 2007 dan sekarang UU No.23 Tahun 2014, Regulasi ini sempat kita dibuat prustasi, bahkan kedodoran karena harus memperbaiki kembali persyaratan yang sudah ada.
Alhamdulillah kita belajar ikhlas, bahwa tetap terus harus memperjuangkan, temen-teman seperjuangan berpilosofi, dalam ajaran Islam tidak boleh berputus asa, putus harapan, karena Dosa.
Perjuangan ini dibangun atas dasar kebersamaan dan di perkuat dengan pengorbanan. Dijalankan penuh kesabaran. Dan dipelihara dengan harapan serta cita-cita agar masyarakat Indramayu Barat memperoleh pelayanan pemerintahan yang lebih dekat, pembangunan yang lebih merata, dan masa depan yang lebih baik.
Karena itu, perjalanan Perjuangan Pemekaran Kabupaten Indramayu Barat masih belum terwujud, tetapi api perjuangan harus tetap membara, harus tetap dilanjutkan Kebersamaan harus tetap terpelihara, panjatkan doa jangan sampai putus, Insya Allah ,akan indah pada waktunya
Dalam perjalanan organisasi, sering kali kita menemukan orang yang kaya gagasan tetapi miskin kesabaran. Kaya pengetahuan tetapi kurang menghargai proses. Merasa paling mengerti, tetapi lupa bahwa perjuangan ini dibangun oleh banyak tangan dan penuh pengorbanan.
PPKIB tidak membutuhkan orang yang sekadar pandai berbicara. PPKIB membutuhkan orang yang siap bekerja, siap menjaga persatuan, dan siap mengutamakan kepentingan Indramayu Barat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Mari kita kembali kepada niat awal perjuangan. Bahwa yang sedang kita perjuangkan bukan jabatan, bukan kedudukan dan bukan kepentingan pribadi. Yang kita perjuangkan adalah harapan masyarakat Indramayu Barat.
Sebab pada akhirnya sejarah tidak akan mencatat siapa yang paling keras berbicara. Sejarah akan mencatat siapa yang tetap setia menjaga perjuangan ketika banyak orang memilih berhenti di tengah jalan.
Dari pandangan kami yang belum kelihatan optimal adalah para legislator daerah pemilihan Indramayu, Cirebon dan kota Cirebon, sebatas yang terhormat Bapak H Dedi Wahidi, yang lainnya masih kurang bersemangat , kurang terpanggil, kurang peduli, tidak seperti Kabupaten-kabupaten lain, mereka ngotot, mereka membantu perjuangan Presidium CDPOB nya. Untuk Inbar dan Cirebon Timur semoga para legislator yang merasa dipilih oleh masyarakat ketika daerah pemilihan Jabar 8, seyogyanya bisa mengambil peran, tidak sebatas menonton, apalagi tidak peduli sama sekali.
Juga para sahabat Inbar lainnya, yang sukses dalam Akadeniik, bergelar Profesor, Doktor lebih dari 12 orang, semuanya lahir dan dibesarkan di Inbar, mohon keikhlasannya, terpanggil dan sumbangsih pemikirannya, untuk terus menyuarakan di forum-forum Nasional dan melakukan komunikasi dengan Pemerintah Pusat, tentunya yang dikenal karena unsur emosional kedekatannya.untuk menyuarakan dan memberikan masukan positif, pentingnya suatu daerah di mekarkan, sejalan dengan semangat Reformasi, salah satunya adalah otonomi daerah yang se luas-luasnya.
Salam satu perjuangan untuk Indramayu Barat segera terwujud.
(Sarjo pranoto)













Leave a Reply