Lampung Selatan, 25 Maret 2026 // Eternitynews.id// Situasi ricuh terjadi di area pelabuhan pada Rabu malam sekitar pukul 19.30 WIB, dipicu aksi protes sejumlah sopir truk yang merasa tidak diprioritaskan untuk menyeberang ke Pulau Jawa.
Ketegangan bermula saat para sopir mempersoalkan kebijakan yang dinilai lebih mengutamakan kendaraan bermuatan ayam potong untuk naik kapal. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak adil, terlebih di tengah pembatasan operasional kendaraan angkutan barang yang telah diberlakukan sebelumnya.
Seperti diketahui, sejak 13 Maret 2026 telah beredar imbauan melalui media sosial terkait pembatasan kendaraan truk, khususnya truk sumbu tiga, untuk sementara tidak melakukan penyeberangan. Kebijakan ini diterapkan guna mengantisipasi lonjakan arus kendaraan selama periode arus mudik dan balik Lebaran.
Di sisi lain, kendaraan pengangkut bahan pokok seperti sayuran dan buah-buahan dialihkan ke Pelabuhan Sumur Makmur Abadi (SMA) sebagai bagian dari strategi distribusi logistik agar pasokan ke Pulau Jawa tetap lancar dan tidak mengalami hambatan.
Namun di lapangan, implementasi kebijakan tersebut dinilai tidak berjalan konsisten. Sejumlah sopir mengaku kebingungan dengan aturan yang berubah-ubah, bahkan menuding adanya ketidaktegasan petugas dalam memberikan izin penyeberangan.
“Kami sudah menunggu
lama, tapi justru kendaraan tertentu yang didahulukan. Aturannya jadi tidak jelas,” ujar salah satu sopir di lokasi.
Kondisi ini memicu ketegangan yang sempat memanas, meski tidak berlangsung lama. Aparat keamanan bersama petugas pelabuhan segera turun tangan untuk meredam situasi dan mengurai antrean kendaraan.
Sejumlah pihak mendesak agar dilakukan evaluasi terhadap petugas yang memberikan izin di luar ketentuan. Penegakan aturan yang tegas dan konsisten dinilai penting guna mencegah terulangnya insiden serupa, terutama di tengah tingginya mobilitas arus balik Lebaran.
Hingga saat ini, situasi di lokasi dilaporkan mulai berangsur kondusif. Meski demikian, pengawasan dan pengaturan arus kendaraan masih terus diperketat guna memastikan kelancaran penyeberangan dan menjaga stabilitas distribusi logistik antar pulau.
(Syahrim)
















Leave a Reply