MUARADUA, 8 Oktober 2026
Demi memastikan setiap rupiah anggaran negara dikelola secara tepat, transparan, dan bermanfaat sepenuhnya bagi pelayanan publik, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Muaradua, Hero Sulistiyono, secara aktif mengikuti kegiatan Sosialisasi Percepatan Usulan Persetujuan Revisi Anggaran serta Optimalisasi Penyerapan Anggaran yang diselenggarakan dalam lingkup Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Kamis (8/10/2026).
Kegiatan strategis ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Yulius Sahruzah, kepada seluruh jajaran pimpinan satuan kerja di wilayah Sumatera Selatan. Langkah ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan upaya nyata untuk memperbaiki sistem, mempercepat alur, dan memastikan tidak ada satu pun program pembinaan maupun pelayanan yang terhambat oleh masalah administrasi keuangan.
Dalam pemaparannya, Yulius Sahruzah menekankan bahwa revisi anggaran bukan sekadar urusan mengubah angka di atas kertas. Ia adalah langkah penyesuaian agar rencana kerja tetap berjalan sesuai kebutuhan di lapangan cepat, akurat, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Penyerapan anggaran yang optimal pula menjadi kunci agar setiap kegiatan pembinaan, sarana prasarana, hingga kebutuhan warga binaan dapat terpenuhi tepat waktu dan maksimal.
“Anggaran yang diserap dengan baik bukan berarti dihabiskan semata, melainkan dikelola untuk menghasilkan manfaat nyata. Setiap keterlambatan penyaluran berisiko menunda program yang menyangkut kesejahteraan warga binaan maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Bagi Lapas Muaradua, pemahaman mendalam mengenai mekanisme ini membawa dampak langsung terhadap kinerja harian. Dengan panduan yang jelas, tim pengelola keuangan di lingkungannya kini dapat:
- Menyusun dan mengajukan revisi anggaran secara tepat waktu dan sesuai prosedur
- Menghindari keterlambatan pelaksanaan kegiatan akibat alur administrasi yang tertahan
- Mengalokasikan dana secara efisien dan efektif, tanpa pemborosan maupun kekurangan
- Mempertanggungjawabkan setiap penggunaan dana secara transparan dan dapat diaudit
Kalapas Hero Sulistiyono menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, penguasaan tata kelola keuangan yang kuat adalah pondasi utama agar lembaga pemasyarakatan dapat berfungsi dengan baik — membina warga binaan, menjaga keamanan, hingga memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
“Kami tidak bisa berjanji memberikan yang terbaik jika pengelolaan anggarannya belum tertata rapi. Inilah alasan kami hadir dan menyimak dengan saksama. Apa yang kami pelajari hari ini akan kami terapkan langsung, agar setiap program berjalan lancar, tidak ada yang tertunda, dan setiap rupiah yang dipercayakan kepada kami terpakai untuk hal yang benar-benar bermanfaat,” ujar Hero Sulistiyono.
Melalui kegiatan ini, seluruh satuan kerja di lingkungan Pemasyarakatan Sumatera Selatan kini memiliki pemahaman yang seragam, arah yang jelas, serta standar kerja yang tinggi. Optimalisasi penyerapan anggaran diharapkan tidak hanya memperlancar tugas kedinasan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat — bahwa dana rakyat dikelola secara jujur, cermat, dan tepat sasaran.
Tertib mengelola, cepat menyalurkan, tepat memanfaatkan. Bukan sekadar prinsip administrasi, melainkan wujud tanggung jawab kami kepada bangsa dan negara.
Penulis
Romy Batara 94













Leave a Reply