EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

ADA KEGAGALAN DI BALIK KEBERHASILAN, 16 PERSONEL POLRES LAMPUNG SELATAN TERIMA REWARD

LAMPUNG SELATAN,Eternitynews.id

Keberhasilan aparat kepolisian dalam mengungkap perkara pidana ternyata tidak selalu berjalan mulus. Di balik satu pengungkapan kasus, terdapat proses panjang yang membutuhkan kerja keras, keuletan, kedisiplinan hingga keberanian menghadapi berbagai kebuntuan di lapangan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Kepolisian Resor (Waka Polres) Lampung Selatan Kompol Made Silpa Yudiawan, S.H., S.I.K., M.H., saat menyerahkan penghargaan kepada personel yang dinilai menunjukkan prestasi dalam pelaksanaan tugas.

Pemberian reward berlangsung dalam rangkaian apel pagi di Lapangan Apel Polres Lampung Selatan.

Sebanyak 16 penerima penghargaan mendapatkan apresiasi. Mereka terdiri dari personel Polri serta dua warga masyarakat yang dinilai turut membantu kepolisian dalam mengamankan pelaku tindak pidana.

Ungkap Senjata Api Rakitan, Perkara Dikembangkan hingga Bekasi

Salah satu capaian yang mendapat penghargaan berasal dari jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni.

Personel KSKP Bakauheni berhasil mengamankan seorang pelaku tindak pidana yang kedapatan membawa satu senjata api rakitan jenis revolver beserta empat amunisi di kawasan Pelabuhan Bakauheni.

Tidak berhenti pada penindakan awal, perkara tersebut kemudian dikembangkan oleh petugas hingga ke wilayah Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Dari hasil pengembangan tersebut, petugas kembali menemukan satu senjata api rakitan jenis revolver dan dua amunisi.

Keberhasilan pengungkapan dan pengembangan perkara tersebut menjadi salah satu dasar pemberian penghargaan kepada sejumlah personel KSKP Bakauheni.

Mereka yakni Kapolsek KSKP Bakauheni AKP Fransiskus Yepta Terang Ginting, S.Tr.K., S.I.K., M.M.; Kanit Reskrim Ipda Muhammad Cecep Reza, S.Tr.K.; Kanit Intelkam Ipda Yuyut Panca Putra, S.H., M.H.; Aiptu Lipur Naim; Aipda Eben Ezer Manurung; Aipda Koko Jatmiko, S.H.; serta Briptu M. Harza Adhiguna, S.H.

Satlantas Amankan Pelaku Curanmor

Penghargaan juga diberikan kepada tujuh personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) yang berhasil membantu mengamankan pelaku dugaan pencurian sepeda motor.

Pelaku diamankan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di depan Mal Pelayanan Publik Kalianda, Lampung Selatan.

Dalam pengamanan tersebut, pelaku disebut kedapatan membawa kunci leter T, yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian sepeda motor.

Tujuh personel yang menerima penghargaan yakni Ipda Iyon Sugiono, S.H.; Aiptu Dany Suharyo, S.H.; Aiptu Helmi; Aipda Novan Ariyanto, A.Md., S.M.; Aipda Wahid Edi Sugiri, S.H.; Aipda Nur Rahmad, S.H.; dan Aipda Deni Meydinistira, S.H.

Dua Warga Sipil Ikut Mendapat Apresiasi

Menariknya, penghargaan tidak hanya diberikan kepada anggota kepolisian.

Dua warga masyarakat turut mendapat apresiasi karena membantu personel Satlantas dalam mengamankan pelaku tindak pidana pencurian sepeda motor.

Keduanya yakni Arifin, seorang pensiunan ASN, dan Sahiri Effendi, yang sehari-hari bekerja sebagai petani.

Keterlibatan masyarakat tersebut menjadi gambaran bahwa upaya menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat.

Waka Polres: Pengungkapan Kasus Tidak Terjadi Secara Instan

Waka Polres Lampung Selatan Kompol Made Silpa Yudiawan menegaskan bahwa keberhasilan dalam mengungkap suatu perkara tidak lahir secara instan.

Menurutnya, proses penyelidikan maupun penindakan di lapangan membutuhkan ketekunan dan konsistensi. Bahkan, dalam perjalanan mengungkap sebuah perkara, petugas dapat menghadapi informasi yang buntu maupun upaya yang belum menghasilkan.

«“Mengungkap sebuah kasus bukan pekerjaan yang mudah. Di balik satu keberhasilan, ada proses panjang, kerja keras, keuletan dan kedisiplinan yang harus dijalankan. Dalam prosesnya, personel tidak selalu langsung menemukan hasil. Ada kalanya kita menemui jalan buntu, ada upaya yang belum membuahkan hasil, bahkan menghadapi kegagalan,” ujar Made.»

Menurutnya, kegagalan atau kebuntuan dalam suatu upaya tidak boleh membuat personel berhenti bekerja.

Justru, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki langkah dan mengembangkan informasi hingga perkara dapat ditangani secara profesional.

Reward Bukan Sekadar Penghargaan

Made berharap pemberian reward tidak hanya dipandang sebagai bentuk apresiasi pimpinan kepada personel yang berhasil menjalankan tugas.

Lebih dari itu, penghargaan tersebut diharapkan mampu menjadi pemacu semangat bagi seluruh personel Polres Lampung Selatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas di lapangan.

«“Reward ini saya harapkan menjadi motivasi bagi personel lainnya. Jangan mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan di lapangan. Terus lakukan evaluasi, kembangkan informasi dan laksanakan tugas secara profesional sampai mendapatkan hasil yang terbaik,” katanya.»

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan kepolisian tidak semata-mata diukur dari hasil akhir sebuah perkara. Proses, ketekunan, disiplin, kemampuan mengembangkan informasi, serta keberanian untuk kembali bekerja setelah menemui jalan buntu menjadi bagian penting dalam pengungkapan perkara.

Pemberian penghargaan kepada personel Polres Lampung Selatan dan dua warga masyarakat tersebut pun menjadi pengingat bahwa di balik sebuah keberhasilan penegakan hukum, terdapat kerja panjang yang tidak selalu terlihat oleh publik. (Syah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *