INDRAMAYU, Eternitynews.id
Kegiatan belajar mengajar di SDN 3 Temiyang, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, sempat menjadi perhatian setelah siswa kelas 2 dan kelas 3 mengikuti pembelajaran di luar ruang kelas pada Senin, 31 Agustus 2026.
Pada hari itu, siswa kelas 2 dan kelas 3 terlihat belajar di bawah pohon yang berada di lingkungan sekolah. Berdasarkan keterangan warga, kondisi tersebut terjadi karena kunci ruang kelas dibawa oleh Kepala SDN 3 Temiyang, Eryadi.
Seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, kejadian tersebut berlangsung pada Senin dan tidak terjadi setiap hari.
“Setahu saya, waktu itu anak-anak kelas 2 dan kelas 3 belajar di bawah pohon karena kunci kelas dibawa kepala sekolah,” ujar warga tersebut.
Kondisi itu kemudian menjadi perhatian warga yang berharap kegiatan pembelajaran di sekolah dapat berlangsung di ruang kelas sebagaimana biasanya.
Selain persoalan tersebut, warga juga mempertanyakan kehadiran dan kedisiplinan kepala sekolah. Namun, informasi yang disampaikan warga tersebut masih memerlukan penjelasan dari pihak sekolah.
Saat wartawan mendatangi SDN 3 Temiyang untuk melakukan konfirmasi pada Selasa, 1 September 2026, Eryadi tidak berada di sekolah. Wartawan kemudian ditemui oleh seorang guru, Sarna, yang selanjutnya menghubungi Eryadi melalui WhatsApp.
Dalam komunikasi tersebut, Eryadi menyampaikan bahwa dirinya sedang mengikuti rapat atau melakukan perjalanan dinas di KWKBP Dinas Pendidikan.
Terkait kedisiplinan kehadiran, Kepala SDN 3 Temiyang Eryadi diketahui pernah menyampaikan izin tidak masuk sekolah melalui grup WhatsApp dengan alasan sakit. Namun, hingga saat ini belum diketahui adanya Surat Keterangan Dokter (SKD) sebagai dokumen pendukung atas izin tersebut.
Upaya konfirmasi kembali dilakukan wartawan pada Jumat, 4 September 2026. Namun, pada saat wartawan kembali mendatangi sekolah, Eryadi kembali tidak berada di tempat.
Sementara itu, terdapat pula informasi dari warga mengenai dugaan adanya aktivitas pribadi kepala sekolah bersama seorang perempuan di ruang kantor sekolah pada waktu tertentu. Informasi tersebut belum terkonfirmasi dan belum diperoleh penjelasan langsung dari Eryadi sehingga belum dapat disimpulkan lebih jauh.
Juga penyampaian dari Warga yang lain menyampaikan bahwa Eryadi disebut pernah mendatangi warga yang mengunggah kondisi siswa belajar di luar kelas melalui media sosial. Dalam pertemuan tersebut, Eryadi disebut meminta unggahan tersebut untuk dihapus.
Berbagai informasi yang disampaikan warga tersebut masih berupa dugaan dan memerlukan klarifikasi dari pihak yang bersangkutan. Wartawan telah berupaya meminta keterangan langsung kepada Eryadi, namun hingga berita ini disusun belum berhasil mendapatkan penjelasan secara langsung.
Hasil konfirmasi (4/9/2026) dengan pengawas SDN kecamatan Kroya Neneng menyatakan” terkait informasi mengenai kinerja kepala sekolah dan kejadian tersebut baik yang sudah ramai di media sosial banyak siswa yang belajar di luar kelas tepatnya belajar di halaman sekolah, juga tidak ada keharmonisan antara kepala sekolah dengan para guru dan lebih mengagetkan lagi ada informasi bahwa kepala sekolah sering membawa perempuan ke sekolah setelah proses belajar mengajar usai, maka semua itu akan saya tindak lanjuti serta teguran keras baik pembinaan maupun peringatan jangan sampai keluar dari koridor” terangnya.
(S.prant)












Leave a Reply