EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

Pelaku Curat Dievakuasi Brimob ke Polres Lampung Selatan

LAMPUNG SELATAN // Eternitynews.id // Situasi menegangkan terjadi di Desa Sukadamai, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (2/6/2026) dini hari. Ratusan warga memadati rumah kepala desa setempat setelah dua pria yang diduga terlibat kasus pencurian dengan pemberatan (curat) diamankan masyarakat.

 

Untuk menghindari potensi amuk massa dan menjamin keselamatan semua pihak, Polres Lampung Selatan bersama Satbrimob Polda Lampung melakukan evakuasi terhadap kedua terduga pelaku menggunakan pengamanan ketat. Langkah cepat tersebut dilakukan setelah kondisi di lokasi dinilai berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat melalui layanan darurat 110. Personel kepolisian diterjunkan ke lokasi guna mengendalikan situasi sekaligus mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri.

 

“Begitu menerima laporan, personel langsung kami kerahkan untuk memastikan situasi tetap terkendali dan mencegah terjadinya tindakan yang dapat membahayakan masyarakat maupun terduga pelaku,” kata Toni Kasmiri.

 

Peristiwa ini berawal dari kasus pencurian yang menimpa seorang warga Desa Rejomulyo, Kecamatan Jati Agung. Korban yang baru pulang bersama keluarganya mendapati rumah dalam kondisi terbuka dan sejumlah barang berharga telah hilang. Barang yang dilaporkan raib antara lain satu unit sepeda motor Yamaha Vega R, dua unit telepon seluler merek Oppo, serta sejumlah uang tunai.

 

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp8 juta dan segera melaporkan kasus itu kepada pihak kepolisian. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui serangkaian penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan keberadaan barang yang hilang.

 

Perkembangan kasus mulai menemukan titik terang ketika keluarga korban berhasil menemukan sepeda motor yang diduga hasil curian di sebuah bengkel di wilayah Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur. Temuan itu menjadi petunjuk penting yang kemudian ditelusuri lebih lanjut oleh penyidik.

 

“Dari temuan sepeda motor milik korban, penyidik melakukan pendalaman hingga mengarah kepada dua orang terduga pelaku yang saat ini telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kapolres.

 

Informasi mengenai identitas dan keberadaan para terduga pelaku kemudian menyebar di tengah masyarakat. Sejumlah keluarga korban, perangkat desa, dan warga melakukan pertemuan di rumah Kepala Desa Sukadamai. Namun situasi berubah ketika massa terus berdatangan hingga jumlahnya semakin besar dan sulit dikendalikan.

 

Melihat kondisi yang berkembang, Polres Lampung Selatan mengerahkan personel tambahan dari satuan Dalmas dan rayonisasi. Meski demikian, kepolisian menilai eskalasi massa berpotensi membahayakan keselamatan para terduga pelaku maupun warga yang berada di lokasi.

 

Sebagai langkah antisipasi, bantuan dari Satbrimob Polda Lampung pun diminta untuk memperkuat pengamanan. Satu kompi personel Brimob diterjunkan bersama kendaraan taktis Baracuda guna memastikan proses evakuasi berjalan aman dan terkendali.

 

“Melihat jumlah massa yang terus bertambah dan mempertimbangkan aspek keselamatan semua pihak, kami meminta bantuan Satbrimob Polda Lampung untuk melaksanakan evakuasi secara aman dan terukur,” jelas Toni.

 

Dalam operasi tersebut, dua terduga pelaku masing-masing berinisial AF (19), warga Desa Sukadamai, Kecamatan Natar, dan AN (29), warga Desa Margototo, Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur, berhasil dievakuasi dari lokasi tanpa insiden berarti. Keduanya kemudian dibawa ke Mapolres Lampung Selatan untuk menjalani pemeriksaan intensif.

 

Kapolres menegaskan bahwa status keduanya masih terduga pelaku dan seluruh proses penanganan perkara dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan di luar koridor hukum.

 

“Kedua terduga pelaku telah diamankan dan saat ini menjalani proses penyidikan. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, serta mempercayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian,” tegasnya.

 

Hingga kini, penyidik Polres Lampung Selatan masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa guna memastikan peran masing-masing pihak dalam kasus tersebut. Polisi juga membuka kemungkinan adanya pelaku lain yang turut terlibat dalam aksi pencurian tersebut dan akan menindaklanjutinya berdasarkan hasil penyidikan yang sedang berjalan.

 

(Syrm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *