MARTAPURA 24/05/2026
Ribuan liter BBM subsidi yang seharusnya untuk rakyat kecil nyaris lolos ke tangan penimbun. Satreskrim Polres OKU Timur menggagalkan penyelundupan 2.448 liter Solar dan Pertalite. Dua tersangka kini siap duduk di kursi pesakitan.
Berkas perkara AL dan HP sudah P21. Artinya: lengkap. Jumat 22/5/2026, polisi resmi melimpahkan dua tersangka plus barang bukti ke Kejaksaan Negeri OKU Timur. Sidang tinggal ketok palu.
Kasus ini terbongkar berkat insting tajam Tim Opsnal Unit Pidsus. Saat patroli hunting di Desa Surabaya, Kecamatan Madang Suku III, sebuah pikap melintas mencurigakan.
“Melintas satu unit mobil pikap yang dicurigai mengangkut BBM jenis Pertalite dan Solar,” ungkap Kanit Pidsus Satreskrim Polres OKU Timur IPDA Tomi Apriyanto, S.H.
Dihentikan, diperiksa, benar saja. Bak belakang pikap itu penuh jeriken. Total 72 jeriken disita polisi.
Rincian Barang Bukti: 1.292 Liter Solar, 1.156 Liter Pertalite
Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono, S.I.K., M.H. melalui Kasat Reskrim IPTU Rendi Ramadhona merinci hasil sitaan:
- 38 jeriken kapasitas 35 liter, masing-masing isi 34 liter diduga Solar. Total 1.292 liter
- 34 jeriken kapasitas 35 liter, masing-masing isi 34 liter diduga Pertalite. Total 1.156 liter.
Jika ditotal, 2.448 liter BBM subsidi nyaris raib. Nilainya jutaan rupiah. Kerugian negara belum dihitung dari potensi kelangkaan di SPBU.
Dua tersangka sudah dikantongi identitasnya:
– AL, 22 tahun, warga Dusun Rejomulyo, Desa Batu Raden, Kecamatan Lubuk Raja, OKU. Peran: sopir pikap.
– HP, 27 tahun, warga Dusun Air Gilas, Kelurahan Batumarta II, Kecamatan Lubuk Raja, OKU. Peran: kernet.
Keduanya kini mendekam di tahanan, menanti dakwaan Jaksa. Pasal yang menjerat: UU Migas, ancaman pidana penjara dan denda miliaran.
Kasus ini jadi peringatan keras. Di tengah antrean BBM yang sempat mengular di Belitang, masih ada oknum yang main curang. Modus angkut pakai pikap dan jeriken masih marak.
Polres OKU Timur menegaskan patroli hunting akan terus digencarkan. SPBU, jalur tikus, dan gudang mencurigakan jadi target.
Dari Madang Suku III, pesan tegas dikirim: selundupkan BBM subsidi, siap-siap baju oranye. Negara rugi, rakyat kecil menjerit. Polisi tak akan tutup mata.
Romy Batara 94












Leave a Reply